Magetan (beritajatim.com) – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Magetan bakal matangkan skema untuk digitalisasi pariwisata Magetan. Khususnya, Kawasan Telaga Sarangan. Banyaknya, pengusaha hotel membuat mereka merugi ketika PPKM Level 4.
‘’Salah satu hasil diskusi kami pada Senin siang (9/8/2021) yakni bagi yang ingin menginap di hotel kawasan Sarangan, harus menunjukkan bukti booking online. Baru bisa masuk,’’ terang Kepala Disparbud Magetan Joko Trihono, Selasa (10/8/2021).

Joko menerangkan hanya skema itu yang sementara bisa dijalankan. Meski banyak pelaku usaha lain di Magetan. Karena itulah, dirinya ingin men-digitalisasi seluruh rangkaian pariwisata di Sarangan.
‘’Seperti contoh, menginap di salah satu hotel, esok hari pengunjung ingin naik speedboat, atau naik kuda. Beli sate atau pecel gendongan. Berikut mau beli souvenir atau oleh – oleh apa. Kalau bisa sepraktis ini kan tentu akan menambah rasa nyaman pengunjung,’’ terang Joko.
[berita-terkait number=”4″ tag=”wisata-magetan”]
Namun, untuk masa PPKM kali ini pihaknya tetap menutup pariwisata. Namun, untuk Sarangan bakal membutuhkan sesuatu yang berbeda. Karena, kawasan wisata yang lekat dengan permukiman warga. Berikut lokasi hotel yang okupansinya banyak tergantung dengan aktivitas wisata.
‘’Padahal sesuai aturan dari Inmendagri 30 maupun sebelumnya tak ada yang melarang hotel untuk buka. Karena itu kami coba kenalkan skema digitalisasi ini sekalian untuk berikan masyarakat Sarangan sedikit kelonggaran agar mendapatkan penghasilan,’’ kata Joko sembari menyebut skema lanjutan bakal dibahas kembali. [fiq/but]






