Lumajang (beritajatim.com) – Dua orang siswa/siswi MTs Negeri 1 Kabupaten Lumajang, Jawa Timur menciptakan inovasi Planetarium dengan mengadaptasikannya ke dalam teknologi 3 dimensi dan virtual reality (VR).
Inovasi dari pelajar madrasah bernama Pramarta Ehsan Jaya dan Kanissa Alifya Aurorra ini membuat keduanya meraih prestasi gemilang di tingkat nasional dalam ajang lomba peneliti belia (LPB) 2025.
Karya yang diberi nama Planetarium 360 ini berjenis aplikasi untuk memberikan edukasi tentang pembelajaran sains antariksa dengan menawarkan pengalaman VR kepada penggunanya.
Sebelumnya, kedua pelajar ini baru saja terpilih menjadi salah satu tim terbaik dalam LPB 2025 yang telah diikuti sebanyak 226 tim dari kalangan pelajar jenjang SMP dan SMA sederajat.
Dalam event ini, Pramarta Ehsan Jaya dan Kanissa Alifya Aurorra yang mewakili MTs N 1 Lumajang mampu meraih juara II tingkat Nasional di Bidang Komputer berkat inovasi mereka dan menjadi satu-satunya pemenang dari jenjang SMP/MTs.
“Awalnya sempat merasa gugup karena harus bersaing melawan kakak kelas di jenjang SMA dari seluruh Indonesia, tetapi pengalaman ini justru menjadi motivasi besar bagi kami,” terang Pratama Ehsan menceritakan pengalamannya saat mengikuti ajang LPB, Selasa (9/9/2025).
Menurut Kanissa Alifya, karya Planetarium 360 awalnya tercipta dari ide sederhana dirinya bersama Ehsan dan disuport para pembimbing dari MTs N 1 Lumajang.
Diakui, fungsi dari aplikasi Planetarium ini dapat menjadi media pembelajaran sains antariksa multiplatform yang interaktif dan imersif bagi pelajar lain. Sebab, telah diadaptasikan dan dikembangkan ke dalam teknologi VR.
“Prestasi ini jadi pembelajaran bahwa ide yang awalnya sederhana dari kami bisa berkembang menjadi inovasi bermanfaat. Semoga karya ini bisa membantu banyak pelajar memahami ilmu antariksa dengan cara yang lebih menyenangkan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah MTs N 1 Lumajang Muhammad Safik menjelaskan, munculnya inovasi Planetarium berbasis VR bisa menjadi sarana bagi pelajar maupun masyarakat untuk lebih mudah dalam mempelajari ilmu antariksa.
Terlebih, keberadaan unit Planetarium saat ini masih belum tersedia merata di semua wilayah Indonesia termasuk Lumajang.
“Nah, inovasi ini (planetarium 360, Red) nantinya akan mudah diakses, karena kita pakai Android. Jadi semua sekolah, Madrasah sama SMP itu bisa mengaksesnya lewat Android masing-masing gitu,” jelas Safik.
Sebagai informasi, event LPB 2025 sebelumnya diselenggarakan Center for Young Scientist (CYS) dengan bekerja sama dengan Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) di Semarang, Jawa Tengah. (has/ted)






