Jember (beritajatim.com) – Setelah lama tertunda sejak 2021, pelabuhan baru untuk nelayan di Kabupaten Jember akan mulai dibangun dengan bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun ini. Pelabuhan tersebut akan dibangun di atas lahan seluas lima hektare di Payangan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Jember Indra Tri Purnomo mengatakan, tahun lalu pihaknya bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim sudah membicarakan soal pembangunan pelabuhan Payangan ini dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Kami sudah sounding ke sana. Ternyata anggaran di Kementerian terbatas. Tahun ini diusahakan pemprov untuk mendapat anggaran pembangunan secara bertahap. Selama ini pemerintah provinsi sangat mendukung program ini, karena pelabuhan Puger crowded, sudah tidak cukup,” kata Indra, ditulis Kamis (9/3/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-jember”]
Pemkab Jember sudah menyiapkan lahan bersertifikat untuk pembangunan pelabuhan itu. “Tinggal menunggu momentum diserahkan ke Ibu Gubernur,” kata Indra.
Pelabuhan ini dirancang khusus untuk perikanan. “Kalau dermaga bongkar muat ya otomatis harus nasional atau internasional. Payangan bisa dijadikan pelabuhan bongkar muat, kargo bisa. Tapi sementara pelabuhan nelayan karena permintaan ke pemprov untuk nelayan,” kata Indra.
Menurut Indra, perencanaan pelabuhan itu sudah ada. “Tapi perlu review ulang karena lama tertunda. Perencanannya kan 2021, tapi pemkab belum siap lahan. Tahun 2022, lahan sudah bersertifikat, anggarannya tidak ada,” katanya.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jember 2021-2026 memang menyebutkan adanya pengembangan pelabuhan perikanan pantai di Kecamatan Puger. Ini menjadi solusi dari belum optimalnya pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) sub kategori perikanan karena produksi perikanan tangkap kurang optimal. Dua di antara delapan akar persoalan adalah kurangnya pelabuhan perikanan di Jember dan terbatasnya kolam labuh dan tambat perahu di pelabuhan perikanan puger. [wir/kun]






