Pamekasan (beritajatim.com) – Kegagalan Madura United FC meraih poin kala bertandang ke markas Persita Tangerang, pada pekan ke-25 Super League 2025-2026 di Stadion Indomilk Arena, Sabtu (7/3/2026). Memastikan mereka masuk ke zona merah degradasi.
Kegagalan tersebut tidak lepas dari hasil pertandingan, di mana tim berjuluk Laskar Sape Kerrab takluk dengan skor telak 4-1 dari tuan rumah Persita. Sekaligus membuat mereka kembali gagal mendulang poin.
Akibat kekalahan tersebut, tim kebanggaan suporter Madura Bersatu terpaksa menempati posisi zona merah klasemen, tepatnya di posisi 16 klasemen dengan koleksi 20 poin dari 25 laga yang dijalani. Ironis, angka laga justru lebih banyak dibanding koleksi poin yang mereka miliki.
Koleksi 20 poin tersebut didapat berkat hasil 4 kali menang, 8 kali imbang, serta sebanyak 13 laga lainnya berakhir dengan kekalahan. Bahkan hingga pekan ke-25, mereka baru memasukkan 24 gol dan sudah kebobolan sebanyak 42 gol dari 25 laga yang dijalani.
Torehan 20 poin tersebut identik dengan total koleksi 20 poin milik Persis Solo, yang menempati posisi 15 klasemen, yakni satu strip di atas zona merah degradasi. Namun Persis memiliki surplus lebih baik dibanding tim yang bermarkas di Pulau Garam, Madura.
Termasuk torehan poin identik Semen Padang yang menempati posisi 17 klasemen sementara, hanya saja Madura United lebih baik dari sektor jumlah memasukkan gol di bandung Kabau Sirah.
Kondisi tersebut tentunya tidak nyaman bagi mereka, terlebih selama ini tim milik Achsanul Qosasi selalu tampil digdaya dan selalu bersaing di papan atas klasemen. “Para pemain mengerti dengan kondisi ini, dan kita harus segera keluar dari situasi ini,” kata Pelatih Madura United FC, Carlos Periera, beberapa waktu lalu.
“Tidak ada satupun di tim yang nyaman dengan kondisi ini, dan kita harus benar-benar bisa segera keluar dari situasi ini. Ke depan kita tidak boleh mengulang kesalahan sebelumnya,” tegasnya.
Memang masih ada beberapa laga yang harus mereka lalui dalam beberapa pekan kedepan, dan laga tersebut wajib mereka menangkan untuk terhindar dari dari jurang degradasi. Namun calon lawan yang akan mereka hadapi relatif kuat.
Semisal laga pekan ke-26 Super League, Madura United bakal kembali bertanding menghadapi tim berat, yakni Borneo FC di Stadion Gelora Madura Rato Pemelingan (SGMRP) Pamekasan, Minggu (5/4/2026) mendatang.
Pada laga tersebut, mereka wajib mengamankan poin dari Pesut Etam guna menjaga asa keluar dari zona merah. Namun Borneo merupakan tim yang saat ini menempati posisi runner up klasemen sementara dengan koleksi 53 poin, mereka baru kalah 5 kali dan sudah memenangi sebanyak 17 laga berbeda.
Momentum libur kompetisi harus segera dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memperbaiki tim, khususnya demi mengikuti rentetan hasil minor dan kembali ke jalur kemenangan, dan tentunya terhindar dari zona merah degradasi. [pin/aje]






