Surabaya (beritajatim.com) – Harga cabai rawit di sejumlah pasar Kota Surabaya meroket mencapai Rp95 ribu per kilogram (kg), sementara harga tomat anjlok sampai dasar Rp3.000 per kg.
Pedagang Pasar Pucang Anom, Siti Hasan ketika ditemui beritajatim.com mengatakan, cabai rawit naik Rp90 ribu lebih per kg itu, terjadi sejak 3 hari lalu.
“Harga cabai rawit naik sudah 3 hari lalu, menjadi Rp90 ribu per kilo dari harga sebelumnya Rp25 ribu,” papar Siti ditemui di Pasar Pucang, Selasa (23/7/2024).
Menurut Siti, dirinya tidak mengetahui penyebab naiknya harga cabai tersebut. Kata dia pedagang pedagang pasar, juga banyak yang mengeluhkan.
“Kalau harganya naik seperti ini terus, pelanggan yang membeli itu sepi. Irit-irit pengeluaran,” jelas Siti.
Selain cabai rawit, bahan-bahan pokok lain yang tidak kestabilan harga ada pada tomat, bawang putih dan juga cabai besar.
“Ini cabai besar harganya turun jadi Rp35 ribu per kg, dari sebelumnya Rp65 ribu. Lalu bawang putih turun harga Rp40 ribu per kg, dari harga sebelumnya Rp50 ribu per kg. Tomat sekarang ini Rp10 ribu per kg yang anjlok turun dari Rp40 ribu,” urainya.
Kenaikkan cabai rawit dan turunnya harga tomat itu juga turut dirasakan pembeli serta pengusaha warung makan di Surabaya, Karolin. Kata dia, perubahan harga terjadi serentak di Pasar Kapas Kerampung dan juga di Pasar Keputran Surabaya.
“Kalau di Pasar Keputran itu harga tomat Rp3 ribu per kg, dan cabai rawit Rp55 ribu. Sedangkan yang di Kapas Kerampung, harga Tomat Rp6 ribu per kg, dan cabai rawit mencapai Rp95 ribu,” jelas Karolin atau Olin, penjual nasi sambelan tersebut.
Sedangkan dampak kenaikan harga bahan pokok untuk jualannya itu, Karolin menyebut, tidak dapat berbuat banyak selain membeli bahan dan meneruakan usahanya, yang sudah ditekuni sejak 15 tahun lalu.
“Ya namanya usaha makanan, kalau tak beli atau kulak ke pasar. Ya mau gimana lagi, tetep membeli kebutuhan bahan bahan makanan,” ujar dia. [ram/beq]






