Magetan (beritajatim.com) – Pedagang sembako di Pasar Sayur Magetan memilih untuk tak menjual telur pecah. Alasannya, harganya yang terpaut Rp6.000 lebih murah per kilogramnya dinilai bakal merusak harga pasar. Pun, telur pecah akhirnya dijual sendiri oleh para peternak tanpa didistribusikan ke pedagang di pasar.
Sri Martini, salah seorang pedagang sembako di Pasar Sayur Magetan mengatakan jika belakangan pasokan telur yang rusak itu tak dijual oleh peternak. Peternak beralasan jika tak ada telur pecah. Diduga, mereka menjualnya sendiri langsung ke konsumen.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/sudah-diperbaiki-berkas-bacaleg-pdip-magetan-diterima-kpu/
“Sebenarnya banyak pembeli di pasar yang nyari telur pecah tapi barangnya menghilang. Kami menduga dijual sendiri oleh peternak daripada nurunin harga telur. Karena belakangan kami gak dapat pasokan telur pecah,” kata Sri Martini, Sabtu (13/05/2023).
Sementara, saat ini harga telur utuh dan bagus Rp30.000 per kilogram. Sejumlah, pembeli pun meresahkan hal tersebut, sementara telur pecah yang lebih murah tidak ada di pasar.
“Ya susahlah kalau harga telur sampai 30 itu keberatan. Warga cari alternatif misalnya berburu telur pecah hanya saja telur pecah susah didapat, menghilang di pasaran. Hampir tidak ada sama sekali oleh peternak dijual sendiri takut nurunin harga telur,” kata Betaria, salah seorang pembeli. (fiq/kun)






