Magetan (beritajatim.com) – Infrastruktur jalan penghubung dari Sukomoro menuju Stadion Yosonegoro menjadi salah satu prioritas utama pembangunan yang didorong DPRD Kabupaten Magetan.
Jalur sepanjang sekitar 3,5 hingga 4 kilometer tersebut diharapkan menjadi pintu gerbang utama Kota Magetan sekaligus masuk dalam kategori super prioritas pembangunan jalan provinsi di wilayah Jawa Timur bagian barat.
Ketua DPRD Magetan, Suratno, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengusulkan penanganan ruas jalan tersebut melalui berbagai forum resmi, termasuk komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pemangku kepentingan terkait.
“Kami sudah menyampaikan atensi prioritas Kabupaten Magetan, khususnya untuk ruas Sukomoro sampai stadion agar menjadi super priority pembangunan jalan provinsi,” ujar Suratno, Jumat (27/3/2026)
Ia menambahkan, DPRD Magetan membawa hampir 900 usulan hasil penjaringan aspirasi masyarakat, mulai dari reses, serap aspirasi, rapat dengar pendapat, hingga kunjungan langsung ke masyarakat.
Seluruh usulan tersebut akan disinergikan bersama Pemerintah Kabupaten Magetan guna mendorong pembangunan daerah yang lebih maju dan merata.
Menurutnya, berbagai aspirasi yang dihimpun tidak hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga persoalan pendanaan desa. Berkurangnya dana desa, program KDMP, serta pembiayaan penghasilan tetap (siltap) perangkat desa yang hanya mencukupi hingga 8 sampai 10 bulan menjadi perhatian serius.
“Ini menjadi pokok pemikiran bersama antara pemerintah daerah dan desa, agar keberlangsungan program tetap terjaga,” jelasnya.
Selain itu, Suratno menyoroti persoalan klasik terkait jalan penghubung antar desa yang belum terakuisisi secara administratif oleh pemerintah daerah. Kondisi tersebut dinilai menghambat percepatan pembangunan dari tingkat bawah.
“Jalan penghubung antar desa yang belum terakuisisi ini menjadi dilema sejak beberapa tahun terakhir. Padahal ini sangat penting untuk menunjang kemajuan pembangunan dari desa,” imbuhnya.
Di sisi lain, DPRD Magetan juga mendorong penguatan konektivitas kawasan barat, khususnya jalur ekonomi yang menghubungkan wilayah Lawu Utara, Bojonegoro, Ngawi, hingga Magetan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuka akses transportasi bus antardaerah melalui jalur utara.
Namun, upaya tersebut masih terkendala infrastruktur jembatan di wilayah perbatasan Magetan-Ngawi yang belum memadai. DPRD pun berharap pemerintah segera melakukan penanganan agar akses transportasi bisa optimal.
“Kalau jalur ini sudah memadai, termasuk jembatan yang menjadi kendala, maka bus antarkota bisa terfasilitasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan,” kata Suratno.
Menutup pernyataannya, DPRD Magetan menegaskan komitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam merumuskan program prioritas pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, khususnya dalam penyusunan RKPD 2027.
“Program prioritas harus berpijak pada kebutuhan masyarakat, demi menjaga Magetan tetap kondusif, damai, dan terus berkembang,” pungkasnya. [fiq/ted]






