Tuban (beritajatim.com) – Sejumlah pedagang mengadu kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur Fraksi PKB Drs. Nur Aziz. Mereka mengeluhkan turunnya minat beli masyarakat di Pasar Baru Tuban.
Salah satu penjual ayam bernama Sami mengaku bahwa akhir-akhir ini pembeli di Pasar Baru Tuban sepi, bahkan hampir tidak ada lagi. “Pak, Pasar ini sekarang sangat sepi, bagaimana solusinya?,” ucap Sami kepada Nur Aziz.
Pendapat tersebut direspons oleh Pak Ong, seorang penjual kosmetik di Pasar tersebut, yang menyatakan bahwa pembeli mayoritas masyarakat Tuban telah beralih ke Pasar Bongkaran yang berjarak tidak jauh dari Pasar Baru. Menurutnya, Pasar Bongkaran semakin ramai, meskipun pada awalnya hanya sebagai tempat bongkar muatan yang kemudian menjadi pasar.
“Saya meminta kepada siapapun, Pemerintah Daerah atau anggota Dewan, semua pedagang dipindahkan ke Pasar induk (Pasar Baru Tuban), dan biarkan Pasar Bongkaran tetap sebagai tempat bongkar muatan agar Pasar ini kembali ramai seperti dulu,” ucap Pak Ong.
Pak Ong juga menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah tidak tegas menangani permasalahan tersebut. Dia menyoroti retribusi pasar dan parkir yang menyebabkan pedagang kesulitan. “Kami sepi sejak ada parkiran ini. Sekarang kami harus membayar retribusi, sedangkan di Pasar Bongkaran gratis, mobil, sepeda motor, truk semuanya boleh masuk,” paparnya.
Kondisi ini dinilainya menciptakan kesenjangan sosial antara pedagang di Pasar Baru Tuban dan Pasar Bongkaran. Pak Ong melihat kelebihan Pasar Bongkaran, seperti buka 24 jam nonstop dan semua jenis kendaraan dapat masuk. Berbeda dengan Pasar Baru Tuban yang memerlukan biaya sewa ruko.
“Harus ada penertiban. Di Pasar Bongkaran itu sampai meluber ke jalan dan menciptakan kemacetan, tetapi di sini sangat sepi,” katanya.
Nur Aziz menerima kritikan tersebut dan berjanji untuk menangani permasalahan yang disampaikan oleh para pedagang. “Ini harus diperjuangkan. Pedagang di sini mencari nafkah untuk keluarganya. Pasti ada langkah konkret untuk menghadapi persoalan ini,” tutur Nur Aziz.
BACA JUGA:
Konser Denny Caknan di Tuban Bikin Penonton Pecah
Nur Aziz, yang juga merupakan Caleg DPR RI Fraksi PKB Dapil Tuban – Bojonegoro, menyampaikan bahwa kedatangannya ke Pasar Baru Tuban adalah untuk mendengar keluhan para pedagang. “Ada persoalan tentang sepinya Pasar ini dan harapan mereka agar Pasar Bongkaran kembali ke fungsi awalnya hanya sebagai tempat bongkar muat, bukan sebagai pasar. Ini satu-satunya Pasar induk di Tuban, yaitu Pasar Baru,” ucapnya.
Selain itu, terkait persoalan retribusi dan parkir, Nur Aziz menyatakan akan menanggapinya. “Saya kira pedagang di sini, sama-sama mencari nafkah untuk keluarga mereka. Kami harus mencari solusi yang terbaik. Juga, toko murah dari Pemkab Tuban harus ditempatkan di tempat lain, bukan di sini,” pungkasnya. [ayu/but]
![Pedagang Keluhkan Pasar Baru Tuban yang Sepi Para pedagang saat berkumpul dan curhat bersama Anggota DPRD Jatim Nur Aziz. [Foto:Diah Ayu/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/11/2-13.jpg)






