Banyuwangi (beritajatim.com) – Mendekati hari raya Idul Adha kebutuhan hewan kurban di sejumlah tempat meningkat. Termasuk di Kabupaten Banyuwangi.
Bedanya, kini Banyuwangi justru menjadi tempat perburuan hewan kurban. Buktinya, banyak pedagang dari sejumlah kota besar di Indonesia mulai datang menyerbu.
Tidak hanya itu, kerjasama yang baik antar pedagang juga menjadi salah satu pemicu. Stok sapi untuk kebutuhan kurban dari Banyuwangi mulai banyak dikirim ke berbagai daerah di Indonesia. Belakangan ini, pengiriman paling tinggi untuk tujuan Jakarta.
“Nanti mendekati hari H, pengiriman bergeser ke Surabaya,” ungkap Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, drh. Nanang Sugiharto, Jumat (9/6/2023).
Terkait pengiriman sapi, kata Nanang, untuk kebutuhan kurban ke daerah lain, Dispertan masih menerapkan protokol lalu lintas hewan yang ketat. Hewan yang keluar harus sesuai aturan untuk meminimalisir risiko penyakit mulut dan kuku atau PMK.
Baca Juga: Jelang Iduladha, Pedagang Kambing Luar Kota Serbu Hewan Kurban dari Ampelgading Malang
Jika syarat tersebut terpenuhi, Dispertan baru akan memberikan surat keterangan kesehatan hewan untuk keperluan pengiriman.
“Sebelum sapi dikirim ke daerah tujuan, pedagang harus melengkapi dokumen rekomendasi atau permintaan pengiriman dari pemerintah setempat daerah tujuan. Sapi yang dikirim juga harus divaksin PMK sebanyak dua kali,” pungkasnya. (rin/ted)






