Magetan (beritajatim.com) – Naiknya harga telur menjelang Natal dan Tahun Baru membuat pedagang dan peternak ayam petelur di Magetan sedikit khawatir. Tingginya harga telur bisa membuat pelanggan jadi enggan membeli telur. Pun, pasokan telur saat ini banyak diborong penyedia jasa yang ditunjuk pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang masuk dalam daftar program keluarga harapan (PKH). Yakni sembako dalam bantuan pangan non tunai.
Sri Martini, salah satu pedagang telur di Pasar Sayur 1 Magetan Jawa Timur membenarkan kalau telur dari peternak banyak diborong untuk menyediakan bahan pangan non tunai. Hal itu jadi salah satu penyebab tingginya harga telur. Dalam dua minggu ini harga telur terus naik dari harga normal yakni Rp 21.000 hingga ke angka Rp 29.000. Per Minggu (26/12/2021) harga telur terpantau turun ke angka Rp 27.000.
[berita-terkait number=”5″ tag=”telur”]
Meski begitu, Sri mengeluhkan sepinya pembeli. Saat ini dia hanya memasok 150 kilogram telur dari sebelumnya mencapai 300 kilogram. Menurunnya angka pembeli itu membuatnya was-was. Jika harga tak kunjung stabil, maka dirinya bisa kehilangan pembeli. Padahal, dalam waktu seminggu kualitas telur bisa turun. “Kami sebagai pedagang ingin harga yang stabil. Untuk menjaga keterjangkauan harga di kalangan masyarakat,” kata Sri saat ditemui di tokonya, Minggu (26/12/2021).
Hampir senada dengan Sri, Sonny Suwarno, salah seorang peternak ayam petelur di Desa Cepoko, Panekan, Magetan, Jawa Timur mengaku senang harga telur cukup bagus. Namun, dirinya juga was-was jika harga tak kunjung stabil, maka bisa jadi pembeli telur juga berkurang. Meski begitu dia menyebut kalau saat ini pasokan telur dari peternak memang sudah ditunggu oleh para pedagang. Saat ini harga telur mencapai Rp 25.000 dari kandang.
“Syukur telur kami laku. Tentu kami mengharap agar harga telur bisa kembali normal. Setidaknya kami sudah mencapai BEP (break event point) dimana kami sudah bisa ambil untung. Sehingga, harga dari kandang minimal Rp 20.000 hingga Rp 21.000 sudah cukup. Kami rasa dengan harga segitu, di pasaran tak akan memberatkan masyarakat yang mengkonsumsi telur,” kata Soni. (fiq/kun)






