Jember (beritajatim.com) – Perusahaan Daerah Air Minum memperoleh dana penyertaan modal Rp 10 miliar dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Anggaran Belanja Daerah Kabupaten Jember 2019. Tahun sebelumnya, perusahaan ini juga mendapat dana penyertaan modal sebesar Rp 7 miliar.
Direktur PDAM Jember Adi Setiawan mengatakan, uang Rp 10 miliar itu digunakan untuk beberapa hal. “Pertama, untuk hibah air minum dari APBN sebanyak dua ribu sambungan rumah (SR). Sekarang prosesnya sedang kami kerjakan, kira-kira 800 SR sudah kami kerjakan,” katanya.
Menurut Adi, PDAM Jember akan mengerjakan lebih dulu proyek itu. Nantinya, menurut Adi, pada akhir Desember 2019 dana itu akan diganti oleh pemerintah pusat setelah diverifikasi. “Satu sambungan rumah senilai Rp 3 juta. Dikalikan dua ribu sambungan rumah, nanti akan ada uang Rp 6 miliar dikembalikan ke kas daerah Kabupaten Jember. Jadi ini menanamkan Rp 10 miliar ke PDAM, akan mendapatkan pengembalian Rp 6 miliar dari APBN ke kas daerah,” katanya.
“Selain itu, ini juga sharing dalam rangka mendapatkan bantuan instalasi pengolahan air di Kecamatan Ajung. Selain itu juga, Ibu Bupati memiliki program hibah sambungan rumah gratis dari APBD sebesar seribu sambungan rumah,” kata Adi. Jadi tahun ini PDAM Jember akan memasang tiga ribu sambungan rumah gratis untuk air.
Sebelumnya, DPRD Jember mempertanyakan peruntukan dana penyertaan modal untuk PDAM dan pemasukannya untuk kas daerah. Program sambungan air gratis ini sendiri berlangsung pada 2018-2022. Dana pendampingan akan digelontorkan setiap tahun selama rentang waktu itu dengan nominal berbeda, mulai dari Rp 7 miliar, Rp 10 miliar, Rp 15 miliar, Rp 25 miliar, hingga Rp 30 miliar pada 2022. [wir/kun]






