Banyuwangi (beritajatim.com) – Ketua Pengurus cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi KH Ali Makki Zaini menyebut pihaknya siap membantu dan mendukung pemerintah. Langkahnya, membantu dalam artian tanpa merepotkan pemerintah.
“Kebijakan pemimpin kalau dalam pandangan fiqih sangat diukur seberapa berpikir untuk kemaslahatan masyarakat banyak. Untuk itu, bagi kami di luar pemerintah memiliki kewajiban tidak hanya sebagai masyarakat saja tetapi juga kewajiban untuk membantu pemerintah,” kata KH Ali Makki Zaini dalam sambutannya di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi, Senin (10/1/2022).
Gus Makki sapaan KH Ali Makki Zaini juga menyebutkan sebuah hadist dari Ummul Mukminin Aisyah RA. Isinya menyebutkan tentang pembantu para pemimpin.
“Jika Allah menghendaki pemimpin yang lebih baik maka akan diberi para pembantu-pembantu yang baik. Bagaimana pembantu, staf yang baik, masyarakat yang baik, kalau pemimpin itu lupa maka tentu kita akan mengingatkan,” sebut Gus Makki dalam hadist itu.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pcnu-banyuwangi”]
Pembantu, kata Gus Makki, sudah barang tentu ikhlas membantu jika pemimpin telah menjalankan sesuai on the track atau sesuai jalurnya. “Tetapi sebaliknya jika pemimpin itu tidak baik maka Allah akan menyiapkan teman, staf, pendukung dan memberikan usulan yang tidak baik. Ukuran tidak baik itu jika pemimpin lupa tidak berani mengingatkan. Dan jika pemimpin ini sudah sesuai dengan yang dicita-citakan atau sudah on the track justru akan tidak nulungi tetapi malah ngerepoti,” terangnya.
Gus Makki juga mendoakan agar Pemimpin Banyuwangi dapat menjalankan amanah yang baik. Mewujudkan kepemimpinan dan pembangunan seperti apa yang dicita-citakan.
“Saripati jangan disayat-sayat, Pak Sersan datang dari Sumbersari. bila bupati menyatu dengan rakyat, tidak ada persoalan yang tidak bisa diatasi. Ini pantun ya, bukan kaitanya dengan hadist tadi,” pungkasnya. (rin/ted)






