Surabaya (beritajatim.com) – Ketua PBNU, KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) memberikan respons atas pernyataan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang juga salah seorang Ketua PBNU.
Khofifah dalam kesempatan wawancara dengan media nasional, Khofifah menyebut dirinya adalah salah seorang pengurus di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sehingga, terkait langkah-langkah kebijakan ke depan juga akan didiskusikan secara organisasi.
“Langkah-langkah yang terkait dengan kebijakan organisasi harus mendapatkan ‘green light’ (lampu hijau). Itu belum, jadi perlu konfirmasi dan klarifikasi,” ucapnya.
Terkait hal itu, Gus Fahrur menegaskan PBNU tidak akan memberi rekomendasi apapun terkait langkah politik Khofifah.
“Ketum PBNU (Gus Yahya Cholil Staquf) sudah menegaskan bahwa tidak akan ada nama yang keluar dari PBNU. Siapapun kader NU yang maju, itu kapasitas dan prestasi dia sendiri. Artinya, PBNU tidak dalam ruang merestui atau mendukung siapapun,” tegasnya saat dikonfirmasi beritajatim dari Surabaya, Selasa (8/8/2023).
Terkait status Khofifah yang juga sebagai Ketua PBNU, Gus Fahrur menekankan, tidak akan ada perlakuan khusus untuk kancah politiknya.
“PBNU tidak punya kapasitas untuk mendorong atau apapun. Karena statement Ketum PBNU sudah jelas bahwa kita ormas keagamaan,” katanya.
“Jadi, NU rumah yang nyaman untuk semua orang. Tidak boleh dikotak-kotak untuk kontestasi. Jadi, silakan semua punya hak yang bisa digunakan sesuai hak politik masing-masing. Tapi PBNU tidak dalam posisi mendukung atau mendorong atau mengeluarkan nama dari PBNU,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Pemprov Jatim: Ada Enam Usulan Nama Pj Gubernur ke Presiden
Maka dari itu, Gus Fahrur menyampaikan, langkah politik Khofifah diserahkan penuh kepada dirinya sendiri. “Dia punya pilihan untuk jadi gubernur lagi atau mencoba kontestasi Pilpres. Beliau sendiri yang berhak memutuskan, kita tidak akan intervensi apapun. Intinya kita serahkan pada Khofifah. Dia seseorang yang sangat berpengalaman,” tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan belum mengambil keputusan soal tawaran menjadi bakal calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilu 2024.
Penegasan itu disampaikan ketika ditanya tentang sejumlah partai politik (parpol) yang berkomunikasi kepadanya soal peluang dirinya bakal menjadi cawapres.
“Kita endapkan dulu sampai pada proses konfirmasi proses pengambilan keputusan bersama, sehingga saat ini tidak pada posisi ‘yes or no’ (ya atau tidak),” kata Khofifah menjawab pers di sela acara “Gathering Alumni Unair” di Jakarta, Minggu (6/8/2023).
Ia menyebut akan meminta pendapat sejumlah tokoh dan ulama untuk membuat atau bahkan menerima tawaran tersebut.
“Saya bukan siapa-siapa. Saya akan sowan (berkunjung) minta pendapat dan nasihat para ulama, para kiai,” ucapnya.
Khofifah juga menyebutkan bahwa dirinya adalah salah satu pengurus di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, sehingga terkait langkah-langkah kebijakan ke depan juga akan didiskusikan secara organisasi.
“Langkah langkah yang terkait dengan kebijakan organisasi harus mendapatkan ‘green light’ (lampu hijau). Itu belum, jadi perlu konfirmasi dan klarifikasi, ” ucapnya.
BACA JUGA:
Running Pilpres atau Pilgub Jatim, Khofifah Mulai Buka Suara
Wanita kelahiran 19 Mei 1965 ini juga tidak mau menjawab dengan pasti soal dirinya apakah memilih kembali bertarung di pemilihan gubernur atau pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres).
“Nanti saja, karena saya menjadi bagian dari ekosistem itu. Nanti, akan ada ‘green light’ dari PBNU dan ulama-ulama yang selama ini memang konsolidasi sesama ulama dan tidak hanya persoalan politik,” katanya.
Ia juga belum bisa mengonfirmasi apakah dirinya bersedia menjadi tim pemenangan salah satu calon presiden yaitu Ganjar Pranowo.
“Saya ini Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama yang anggotanya sekitar 32 juta. Harus ada kesepahaman dulu. Jadi, tidak sesederhana itu (menjadi tim pemenangan),” ucapnya.
Sebelumnya, Khofifah mengakui hingga saat ini sejumlah partai politik telah melakukan komunikasi dengan dirinya terkait peluang menjadi cawapres.
“Beberapa (partai) melakukan komunikasi,” katanya. [tok/beq]






