Surabaya (beritajtim.com) – Pada dasarnya kerap dijumpai setiap payudara, khususnya perempuan biasanya kerap berbeda ukuran antara yang kiri dengan yang kanan. Payudara yang besar sebelah ini umumnya memang terjadi pada setiap orang. Hal ini bisa terlihat pada kaum hawa.
Memasuki masa pubertas hingga habis masa tersebut, biasanya selain dari ukuran juga mengalami perubahan bentuk. Bahkan ketika mereka mulai beranjak tua. Menurut medis hal ini normal terjadi asal perbedaan tidak terlalu signifikan. Mungkin jika terjadi hal seperti demikian harus segera diperiksakan ke dokter.
Umumnya pada usia 20 tahunan, payudara masih mengalami masa perkembangan hingga pertambahan massa atau masih bisa berubah-ubah. Memasuki usia 30-an, biasanya kulit payudara mulai mengendur. Sedangkan di atas usia itu sudah tidak kencang dan tidak padat.
Banyak orang yang mungkin masih bingung membedakan antara ciri-ciri payudara yang normal dan tidak normal. Menurut medis, hal mendasar yang bisa dikategorikan sebagai payudara normal ialah konsistensinya baik, ukuran sedikit berbeda antara kanan dan kiri, terlihat menggantung, hingga tumbuhnya rambut di sekitar puting.
Tak sedikit orang yang mungkin pernah mengalami timbulnya jerawat di sekitar payudar, hal itu pun masih dianggap normal karena area tersebut memiliki kelenjar minyak.
Sedangkan payudara yang tidak normal biasanya terkait dengan adanya penyakit tertentu, seperti timbulnya benjolan keras yang muncul secara tiba-tiba, adanya pembengkakan sampai ke ketiak dan leher, kulit payudara kering, pecah-pecah, kemerahan, hingga menebal. Hal-hal tersebut tentu perlu diwaspadai dan segera diperiksakan untuk menghindari timbulnya penyakit kanker atau lainnya.
Ketika puting mengeluarkan cairan tertentu yang bukan dikatagorikan sebagai ASI, bisa berupa nanah atau darah. Hal tersebut juga perlu diwaspadai, karena bisa merupakan sebuah tanda keganasan. Jadi, tidak perlu minder dengan ukuran payudara yang besar sebelah. Yang terpenting ialah memperhatikan kesehatannya, yakni dengan cara Sadari atau periksa payudara sendiri.
Mungkin ada juga yang menganggap besar kecilnya payudara sebagai patokan banyak atau sedikitnya jumlah Air Susu Ibu (ASI). Padahal hal tersebut tidak menjadi patokan. Jumlah ASI tergantung dengan kelenjar payudara ibu yang cukup baik dan banyak. Serta tercukupinya asupan gizi hingga keyakinan ibu untuk memberikan ASI. [fyi/tur]






