Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, menegaskan bahwa kondisi Persik Kediri yang belum meraih kemenangan dalam beberapa pertandingan terakhir bukanlah sebuah keuntungan otomatis bagi timnya.
Menjelang Derbi Jawa Timur yang akan digelar Senin (5/5/2025) di Stadion Brawijaya Kediri, pelatih asal Irlandia Utara itu memilih untuk tetap fokus pada persiapan internal tim.
“Bukan keuntungan (Persik tanpa kemenangan), saya tidak pikirkan itu. Kami lebih memilih menyiapkan tim dengan baik dalam tiga laga terakhir musim ini,” kata Paul Munster di Surabaya, Sabtu (3/5/2025).
Meskipun Persik saat ini menempati posisi ke-12 klasemen sementara dengan 36 poin, Munster menekankan bahwa atmosfer Derbi Jatim berbeda dari pertandingan biasa. Ia menilai bahwa motivasi dan semangat bertanding para pemain akan meningkat tajam dalam laga sarat gengsi seperti ini.
“Persebaya sudah lama tidak menang di Kediri, jadi ini bukan pertandingan mudah. Setiap pemain ingin bertarung, mereka ingin bertahan di Liga 1, dan kami berjuang untuk posisi atas,” imbuhnya.
Secara statistik, Persik terakhir kali meraih hasil positif dengan menahan imbang PSS Sleman pada Januari 2025. Sejak saat itu, performa tim berjuluk Macan Putih terus menurun. Namun, Munster enggan menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk menurunkan kewaspadaan.
“Kamu tahu Indonesia, saya tidak pernah meremehkan tim mana pun. Kami harus tetap waspada dan bermain dengan disiplin penuh,” lanjut Munster.
Persebaya datang ke Kediri dengan motivasi tinggi. Tim Bajul Ijo saat ini berada di posisi ketiga klasemen sementara dengan 53 poin, hanya terpaut tipis dari peringkat kedua. Kemenangan atas Persik akan menjadi dorongan moral penting bagi Persebaya dalam dua pertandingan terakhir musim ini dan membuka peluang finis di posisi dua besar.
Laga ini dipastikan berlangsung sengit, tidak hanya karena rivalitas antar klub Jawa Timur, tetapi juga karena kedua tim memiliki target besar masing-masing—Persik ingin menghindari zona merah, sedangkan Persebaya mengejar tiket ke kompetisi Asia. [way/ian]






