Jakarta (beritajatim.com) – Serangan balik Tiongkok memang jadi fokus utama bagi timnas Indonesia jelang bentrokan malam nanti. Tetapi, pelatih Patrick Kluivert juga menyoroti efektivitas serangan Indonesia.
Itu merujuk kepada pertemuan pertama 15 Oktober 2024. Kala itu, Indonesia keok 1-2 meski menguasai 76 persen permainan plus mencatatkan 7 tembakan tepat sasaran. Sedangkan Tiongkok yang hanya mencatatkan 3 tembakan tepat dan 24 persen ball possession, tetapi mampu mencetak 2 gol.
“Eksekusi (peluang, Red) harus lebih baik (untuk laga malam nanti dibandingkan pertemuan pertama, Red). Itu menjadi salah satu fokus kami sejak pemusatan latihan (TC) di Bali,” ujar Kluivert pada konferensi pers tadi malam.
Selain efektivitas menyelesaikan peluang, pelatih asal Belanda itu juga menyoroti transisi tim asuhannya. Peluang Tiongkok di serangan balik tidak akan berhasil jika transisi dari menyerang ke bertahan berjalan tepat.
Terutama ketika Tiongkok menyerang dari sisi lapangan. Dua wing back Indonesia yang cukup rajin membantu serangan dituntut lebih rajin membantu pertahanan ketika Tiongkok menyerang balik. Selain itu, lini tengah juga harus lebih peka untuk menutup celah ketikan kehilangan bola.
“Tiongkok piawai memanfaatkan peluang dengan ruang sempit. Kami harus mengatasinya dengan lebih disiplin,” lanjut Kluivert. (dio)






