Surabaya (beritajatim.com) – Pasukan Semut Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dipercaya CCEP (Coca-Cola Europacific Partners) Indonesia untuk mengolah sampah di Jawa Timur.
Pasukan Semut Unusa ini dilirik CCEP Indonesia lantaran 1.500 pasukannya telah sukses memanajemen sampah saat Perayaan 1 Abad NU beberapa waktu lalu di Kabupaten Sidoarjo.
“Kami melihat bisa menjadi awalan yang bagus untuk dikembangkan dan diperluas programnya, sehingga penerima manfaatnya bisa menjadi lebih luas,” ujar Armytanti Hanum Kasmito dari CCEP Indonesia, ditulis Selasa (22/8/2023).
Ia mengatakan, CCEP Indonesia memberikan dukungan dalam mengelola sampah plastik, mengacu kemampuan CCEP soal memproduksi sampah plastik dari berbagai pengalaman yang dimiliki di industri.
“Kolaborasi dengan Unusa, karena dapat membantu memperluas dampak dari usaha dan membantu menciptakan perubahan yang lebih besar dalam lingkungan serta perilaku masyarakat,” katanya.
BACA JUGA:
Ikuti Program Kampus Mengajar, 38 Mahasiswa Unusa Bakal Mengajar di Sekolah Akreditasi C
Sementara Rektor Unusa Prof Achmad Jazidie mengungkapkan bahwa pihaknya dipercaya CCEP Indonesia untuk mengawal program manajemen dan recycle sampah yang ada di Jawa Timur.
Ia menilai, kampus memainkan peran penting dalam promosi dan menerapkan praktik manajemen serta daur ulang sampah di masyarakat. Selain itu, juga berperan mendidik serta melatih mahasiswa terkait pentingnya manajemen dan daur ulang sampah.
“Program pendidikan yang mencakup isu-isu lingkungan dan keberlanjutan dapat membantu mengedukasi generasi muda tentang dampak negatif dari pembuangan sampah yang tidak tepat dan cara mengatasinya,” ungkapnya.
“Selain itu, penelitian di perguruan tinggi dapat memberikan wawasan baru tentang teknologi dan metode terbaru dalam bidang daur ulang dan pengelolaan sampah,” imbuhnya.
BACA JUGA:
47 Mahasiswa Unusa Kembangkan Keterampilan di Program MSIB Kemendikbudristek
Perguruan tinggi, menurutnya berpotensi besar membentuk budaya keberlanjutan dan menjadi agen perubahan dalam mengubah perilaku masyarakat terkait pengelolaan dan daur ulang sampah.
“Melalui pendidikan, riset, dan tindakan nyata, perguruan tinggi dapat berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tandasnya. [ipl/beq]






