Surabaya (beritajatim.com) – Kepala Bakesbangpol, Eddy Supriyanto memastikan sampai dengan saat ini, seluruh wilayah Jawa Timur dalam suasana aman, terkendali dan kondusif. Forkopimda kabupaten/kota, dan juga provinsi, terus bersinergi dan kerja sama dengan elemen masyarakat, untuk menjaga Jawa Timur tetap aman dan kondusif.
Terkait arahan dari Kemendagri RI, untuk pengaktifan kembali siskamling?
“Sebelum ada arahan dari Kemendagri, Ibu Gubernur sudah mengeluarkan surat edaran gubernur yang dikeluarkan tanggal 30 Agustus 2025, yang isinya di-underline ada 7 poin utama,” kata Eddy kepada wartawan di kantornya, Selasa (16/9/2025).
Yang poin pertama, menurut dia, adalah terkait dengan sinergitas forkopimda, juga terkait upaya preventif pengamanan objek vital yang ada di daerah yang masing-masing, juga imbauan kepada lembaga pendidikan supaya memberi arahan kepada orang tua dan anak-anak.
Dan, menurut dia, juga perlunya pelibatan camat untuk mendorong kades, untuk menjaga lingkungan masing-masing, dan juga mengaktifkan kampung tangguh, kampung merah putih, termasuk siskamling di daerah yang masing-masing. Juga, pelibatan tokoh agama (toga), tokoh masyarakat (tomas), tokoh adat (todat), untuk menjaga kerukunan, keamanan di lingkungan masing-masing, menjaga persatuan.
“Dan, yang terakhir adalah peningkatan peran RT/RW dalam menjaga kamtibmas tadi, termasuk salah satunya adalah siskamling itu sudah disampaikan. Kami juga sudah cek kepada bupati wali kota beberapa minggu yang lalu, dan kabupaten kota sudah banyak yang melaksanakan surat edaran itu,” jelasnya.
“Artinya, bahwa apa yang diupayakan oleh Ibu Gubernur melalui surat edaran itu gayung bersambut dari kabupaten kota. Dan, itulah yang dibutuhkan saat ini untuk membuat Jawa Timur aman, nyaman dan kondusif,” tegasnya.
Pihaknya akan mendorong terus kepada kabupaten kota, agar melaksanakan siskamling. “Nanti akan kami dorong terus, supaya siskamling ini terus digalakkan dan bisa berjalan seperti dulu ada Kampung Tangguh pada saat menangani Covid-19 di Jatim,” tambahnya.
Eddy juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda. Menurutnya, generasi yang akrab dengan gawai dan media sosial rawan terpapar informasi menyesatkan, ujaran kebencian, maupun provokasi.
Karena itu, ia mengajak Dinas Pendidikan, guru, dosen, serta pengasuh pesantren untuk mengedukasi siswa dan mahasiswa dalam memilah serta memilih informasi yang benar.
Eddy juga memastikan koordinasi dengan TNI dan Polri terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi provokasi maupun gangguan keamanan ke depan.
“Insya Allah saat ini Jawa Timur aman dan kondusif, tapi kita tetap waspada. Media sosial harus kita intip terus supaya tidak ada lagi provokasi-provokasi yang bisa mengganggu keamanan,” pungkasnya. (tok/ian)






