Gresik (beritajatim.com)- Pasokan oksigen untuk kebutuhan medis di Pulau Bawean mulai menipis. Terbatasnya pasokan tersebut juga diperparah terhentinya akses kapal Gresik-Bawean akibat cuaca buruk.
Dirut RS Umar Masud Bawean dr Tony S Hartanto menuturkan, kurangnya pasokan oksigen itu dikarenakan armada kapal yang sempat tidak beroperasi. Hal itu ditambah banyaknya pasien yang membutuhkan penanganan oksigen.
[berita-terkait number=”5″ tag=”oksigen”]
“Total ada 69 oksigen kecil dan besar yang di bawa awak kapal cepat dan perahu. Berkat itu, kebutuhan oksigen sementara bisa terpenuhi. Kalau ada penyebrangan, oksigen bisa aman,” tuturnya, Rabu (14/7/2021).
Ia menambahkan, selain transportasi juga kendala pengisian yang tiba-tiba habis. Meski ada kapal yang berlayar, kalau pengisian juga kosong di daratan, tidak bisa dibawa ke Bawean.
“Pengadaan oksigen ini hanya diperuntukkan buat rumah sakit. Namun, bagi masyarakat Bawean yang sedang isoman untuk menyuplai kebutuhan oksigen menjadi tanggungjawab desa masing-masing,” imbuhnya.
Sejauh ini lanjut, dr Tony, pihaknya belum bisa memastikan stok oksigen yang baru saja datang dari Gresik akan bertahan berapa lama. Sebab, kasus pasien covid di Bawean naik turun. “Tidak bisa kami prediksi. Ini karena yang membutuhkan oksigen hanya pasien yang mempunyai gejala berat, kalau ringan tidak,” tandasnya. [dny/suf]






