Malang(beritajatim.com) – Erupsi Gunung Semeru di Lumajang dikhawatirkan mengganggu pasokan sayur di Pasar Induk Gadang, Kota Malang. Sebab, kawasan lereng Gunung Semeru di sisi Pronojiwo dikenal sebagai daerah penghasil sayuran.
Salah satu pedagang Pasar Induk Gadang, Nanto mengatakan, selama ini pasokan sayur memang didapat dari lereng Pegunungan Tengger. Tetapi dari kawasan perkebunan yang ada di Poncokusumo dan Tumpang, Kabupaten Malang.
Wilayah ini berada di sebelah barat Gunung Semeru sehingga tidak terdampak abu vulkanik. Pasokan sayur pun dipastikan aman untuk wilayah Malang Raya.
“Kalau kita aman karena kita dapat pasokan dari Poncokusumo, dan Tumpang. Itu juga lereng Semeru tapi kan di sebelah barat Semeru jadi aman,” kata Nanto.
[berita-terkait number=”4″ tag=”erupsi-gunung-semeru”]
Nanto mengatakan, selama dia berdagang sayuran sejak tahun 1999 belum pernah membeli atau mendapat pasokan sayur dari daerah Lumajang. Menurutnya, pasokan sayur di daerah Lumajang lebih banyak dikirim ke Surabaya atau daerah lain.
“Kalau di Malang ini kan banyak pertanian. Jadi pasokan sayur dari Poncokusumo, Tumpang atau sekitaranya saja sudah cukup. Ini kiriman, jagung, tomat, cabai, dan timun. Menjelang sore ada kiriman lagi seperti terong, sayur lainnya campur,” tandas Nanto.
Untuk harganya saat ini cenderung mengalami penurunan. Seperti tomat beberapa waktu lalu di harga kisaram Rp20 ribu kini Rp10 ribu per kilogram. Harga Jagung kini hanya Rp6 ribu. (luc/ted)






