Gresik (beritajatim.com)- Pasangan calon (Paslon) Yani-Alif tak meremehkan kotak kosong di pesta demokrasi Pilkada 2024 serentak yang berlangsung pada 27 November nanti. Paslon nomor urut 1 ini tetap optimis bisa meraih kemenangan secara maksimal meski lawannya kotak kosong.
“Kami tidak meremehkan sebelah yakni kotak kosong. Untuk itu, di setiap kampanye bersama Cabup Gus Yani masif mensosialisasikan visi dan misi Yani-Alif,” ujarnya, Rabu (13/12/2024).
Ketua DPC Partai Gerindra Gresik itu, tetap yakin program maupun visi dan misi yang disampaikan baik itu kesehatan dan pendidikan menjadi prioritasnya.
“Kemarin (12/11) saya dan Mas Yani bertemu dengan PD Muhammadiyah Gresik. Di tempat itu, kami siap berkolaborasi meningkatkan pelayanan kesehatan serta pendidikan di Kabupaten Gresik. Insya Allah meski paslon tunggal, Yani-Alif bisa meraup suara 80 persen,” ungkapnya.
Sementara itu, secara terpisah Pengamat Komunikasi Politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Suko Widodo mengatakan, ada beberapa kemungkinan yang akan dihadapi paslon tunggal. Partai politik (Parpol) yang mengusung percaya paslonnya sudah melakukan dialog dengan masyarakat, atau pemilih melalui visi misi serta program yang ditawarkan.
“Jika nanti paslon Yani-Alif mampu meraup suara 80 persen itu sudah sangat bagus. Tapi semua itu, bukan menjadi ukuran. Disini bagaimana paslon itu visi dan misi maupun programnya bisa diterima oleh masyarakat,” katanya.
Dosen Unair Surabaya itu menambahkan, meski hampir semua parpol di parlemen maupun non parlemen mendukung. Biasanya ada tarik-menarik. Hal ini yang harus segera didialogkan sebelum pemungutan suara. “Saya kira paslon tersebut bisa menyelesaika riak-riak kecil mengingat program yang ditawarkan melalui nawa karsa diterima masyarakat meski belum sempurna,” pungkasnya. [dny/kun]






