Malang (beritajatim.com) – Progres pembangunan wilayah dan infrastruktur di Kabupaten Malang perlahan mulai terjadi peningkatan signifikan.
Penghargaan demi penghargaan dari Pemerintah Pusat yang diterima Pemkab Malang menandai kepemimpinan Petahana Bupati Malang HM Sanusi, dianggap berhasil.
“Sebuah penghargaan itu sudah on the track, penghargaan yang diberikan pada pemerintah daerah, merupakan suatu pengawasan langsung dari pemerintah pusat untuk mewujudkan Good Goverment atau pemerintahan yang baik sesuai dengan kewenangan masing masing,” tegas Sanusi, usai Debat Publik Kedua Pilkada Kabupaten Malang, Jumat (8/11/2024) malam.
Sanusi tak menampik, bahwa masih banyak yang perlu dibenahi di Kabupaten Malang.
“Tapi Insya Allah jika masyarakat Kabupaten Malang mempercayakan saya sebagai Bupati Malang lagi, dan Bu Lathifah Shohib sebagai Wakil Bupati Malang saya nanti, Insya Allah saya tinggal melanjutkan lagi apa yang sudah kita capai untuk memajukan Kabupaten Malang,” kata Sanusi.
Sanusi bilang, dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Malang adalah amanah yang harus ia emban sebaik mungkin.
Ditanya soal ketimpangan wilayah, Sanusi mengaku akan melakukan koneksivitas dengan pembangunan jalan tol dari Malang ke Kepanjen.
“Perencanaan pembangunan jalan tol sudah dilakukan. Dan dari Kepanjen ke Pantai Selatan juga sudah kita koneksikan untuk menjadi jalan nasional. Dan itu sudah diputuskan oleh Menteri PUPR,” tuturnya.
Untuk kesulitan air bersih di wilayah Malang Selatan, lanjut Sanusi, pihaknya juga sudah melakukan upaya keras mengatasinya.
“Sedangkan kesulitan air di Malang Selatan juga sudah dibantu Menteri PUPR Rp 250 milyar untuk pengadaan air bersih mulai dari kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) sampai Kecamatan Donomulyo. Sehingga kebutuhan masyarakat di Kabupaten Malang sudah kita akomodir semua,” bebernya.
Sanusi menambahkan, fokus utama selama dirinya memimpin Kabupaten Malang tahun lalu, karena minimnya APBD hingga recovery anggaran untuk pemulihan wabah Pandemi Covid-19.
Sehingga, seluruh anggaran terpaksa harus direcovering. “Kenapa kita nggak punya alun alun, ya karena memang anggarannya tidak cukup. Sementara anggaran terbesar saat itu kita gunakan perbaikan infrastruktur jalan secara umum. Karena sarsn dari pusat menang daerah harus membangun infrastruktur secara umum yang mendesak untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (yog/ted)






