Bondowoso (beritajatim.com) – Pasangan bakal calon bupati wakil Bupati Bondowoso, Ra Hamid – Kiai As’ad (RAHMAD) mencuat di Pemilihan Bupati (Pilbup) Bondowoso 2024.
Hal ini jadi atensi publik setelah muncul voicenote Ketua DPC PPP Kabupaten Bondowoso, KH. Salwa Arifin yang menyatakan dukungannya atas Paslon tersebut.
Mantan Bupati Bondowoso periode 2018-2023 ini bahkan siap mengerahkan massa berjenjang untuk memenangkan Paslon KH. Abdul Hamid Wahid – KH. As’ad Yahya Syafi’i di Pilbup Bondowoso periode 2024-2029.
Sikap ketua DPC PPP Bondowoso bak gayung bersambut dari tawaran yang disampaikan Ketua DPC PKB Bondowoso, H. Ahmad Dhafir beberapa waktu lalu.
Rekonsiliasi politik jadi solusi. Koalisi PKB-PPP potensi besar terjadi dalam kontestasi Pilkada tahun ini.
Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Kabupaten Bondowoso, H. Syaiful Bahri menilai bahwa voicenote itu jadi pemecah kebuntuan.
“Voice Kiai Salwa yang kemarin beredar dimana-mana itu bentuk sikap ketua. Yang tentunya menjadi jawaban dari kebuntuan dan kebekuan yang selama ini ada di internal PPP,” katanya kepada BeritaJatim.com, Selasa (30/7/2024).
Mas Syef, sapaan akrabnya, menilai bahwa Kiai Salwa sudah mengambil keputusan tegas. Menindaklanjuti dawuh dari pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo, KHR. Azzaim Ibrahimy.
“Artinya beliau sudah mengambil langkah keputusan untuk bersama-sama mengikuti apa yang menjadi dawuh dari patron kita atau kiblat politik kita yaitu Sukorejo,” tuturnya.
Legislator terpilih 2024-2029 ini juga berpendapat bahwa keputusan tersebut harus ditindaklanjuti oleh para pengurus PPP baik dari tingkat kabupaten hingga desa.
“Saya kira itu keputusan yang harus diamini oleh seluruh pengurus DPC PPP Bondowoso sampai ke tingkat ranting,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang OKK 1 DPC PPP Bondowoso tersebut.
Mas Syef mengakui sebelumnya memang terjadi gejolak di internal PPP perihal pencalonan Bacabup-Bacawabup di Pilkada 2024.
“Saya kira dari kemarin itu kenapa terjadi riak-riak dan kebekuan, karena belum ada keputusan resmi dari beliau (Kiai Salwa) sebagai top leader di PPP Bondowoso,” ulasnya.
Kendati demikian, ia yakin seluruh pengurus DPC PPP Bondowoso akan patuh kepada keputusan dari Kiai Salwa.
“Kalau beliau sudah mengambil langkah dan keputusan seperti ini, saya yakin walaupun tidak 100 persen tetapi 99 persen akan bersama-sama memenangkan apa yang menjadi keinginan para masayikh dan ketua kita yaitu Kiai Salwa,” bebernya.
Dengan potensi bersatunya PKB-PPP, maka bakal muncul koalisi Aswaja jilid II pasca Pilbup Bondowoso 2013-2018 lalu. Bergabungnya dua parpol dengan kultur NU terbesar di Bondowoso.
“Kita bukan penentu, ujungnya tetap di rekomendasi (DPP PPP). Tapi tentunya apa yang menjadi keputusan ketua yaitu Kiai Salwa ini akan dikomunikasikan dengan pihak pihak yang berwenang,” urai Mas Syef. (awi/ian)






