Sumenep (beritajatim.com) – Pasien di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep selama ini mengalami kesulitan dalam mendapatkan pasokan darah yang memadai. Selama ini, pasien yang membutuhkan transfusi darah harus menunggu kiriman dari daratan Sumenep atau dirujuk ke RSUD dr H. Moh. Anwar Sumenep.
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumenep, Edy Rasiyadi, mengungkapkan bahwa kebutuhan darah di wilayah kepulauan mencapai 50 kantong per bulan. Namun, akses terhadap darah sering kali terkendala jarak dan waktu pengiriman.
“Untuk wilayah kepulauan, pasien yang memerlukan transfusi darah dipusatkan di RSUD Abuya di Pulau Kangean. Atau, kalau kondisi memungkinkan, dirujuk ke rumah sakit di Sumenep,” ungkap Edy, Rabu (4/9/2024).
Menanggapi kondisi ini, Edy yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep menyatakan keinginan untuk membuka layanan donor darah di wilayah kepulauan. “Kami sedang menyiapkan regulasi untuk membuka layanan di kepulauan atau minimal memiliki bank darah di RSUD Abuya Kangean,” jelasnya.
Saat ini, PMI Sumenep tengah berupaya mempercepat proses regulasi dan berkoordinasi dengan PMI Provinsi Jawa Timur untuk memastikan ketersediaan darah di wilayah kepulauan.
Berdasarkan data PMI Sumenep, kebutuhan darah di kabupaten tersebut berkisar antara 800-900 kantong per bulan, sementara stok yang tersedia hanya sekitar 600-650 kantong. Kesenjangan ini makin terasa di wilayah kepulauan yang kerap kesulitan mendapatkan darah tepat waktu.
“Dengan adanya layanan donor darah atau bank darah di kepulauan, kami berharap masalah keterlambatan pasokan darah dapat teratasi, sehingga pasien yang membutuhkan dapat segera ditangani,” pungkas Edy. [tem/beq]






