Gresik (beritajatim.com) – Pasca kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang diumumkan oleh pemerintah, sejumlah aparat di daerah termasuk Gresik menggelar patroli. Tujuan patroli ini dimaksudkan guna mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas.
“Kegiatan patroli ini sebagai monitoring di wilayah hukum Polres Gresik, pasca kenaikan harga BBM,” ujar Kapolres Gresik, AKBP M.Nur Aziz, Minggu (4/09/2022).
Keberadaan patroli itu lanjut dia, bukan hanya mengantisipasi gangguan kamtibmas pasca kenaikan BBM. Namun, meminimalisir tindak pidana yang dianggap meresahkan masyarakat. “Untuk patroli besar kami mengerahkan 111 personel di sejumlah titik yang dianggap rawan,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bbm”]
Perwira menengah Polri itu juga mengimbau agar masyarakat tidak menimbun BBM yang tentunya bisa menimbulkan kelangkaan. “Himbauan saya kepada masyarakat jangan mudah tersulut informasi yang tidak benar sebelum ada klarifikasi,” ujarnya.
Seperti diketahui, pasca kenaikan harga BBM, masyarakat yang semula banyak mengantri stasiun pompa bahan bakar umum (SPBU). Kini mulai tidak ada antrian lagi. Adapun kenalkan harga BBM pertalite Rp 10.000 perliter, Pertamax 14.500 perliter, sementara Pertamax Turbo harga sebelumnya Rp 17.900 per liter dan saat ini turun menjadi Rp. 15.900 per liter. [dny/kun]






