Gresik (beritajatim.com)– Pasca gempa bumi magnito 6,5 SR yang melanda Pulau Bawean. Koordinator Satgas Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur, Petrokimia Gresik, kembali mengirim bantuan dan relawan.
Adapun bantuan pasca gempa yang dikirim diantaranya beras 800 kilogram, minyak goreng 200 liter, mi instan 50 karton, mi cup 25 karton, sarden 100 pcs, kornet 100 pcs, susu UHT 20 karton, dan air mineral cup 50 karton. Selain bahan pangan, juga dikirim 100 selimut dan 500 pcs pampers.
“Semua bantuan tersebut diberangkatkan secara bertahap. Sedangkan tambahan relawan diberangkatkan malam ini hingga lusa,” ujar Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satryo Annurogo, Minggu (31/03/2024).
Ia menambahkan, kejadian alam di Pulau Bawean masih menjadi prioritasnya. Khususnya, di masa pemulihan pascabencana gempa.
“Kami terus memantau kebutuhan mereka agar program pemulihan pascabencana yang dijalankan pemerintah berjalan lancar. Sebab,
ada ribuan rumah dan fasilitas umum di Bawean yang rusak, serta ribuan pengungsi ada di sana,” imbuhnya.
Masih menurut Dwi Satryo, dirinya mengapresiasi gerak cepat yang dilakukan anak perusahaannya terkait bantuan. Mulai dari Petrosida Gresik, Petrokimia Kayaku, Petro Jordan Abadi, Koperasi Konsumen Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (K3PG) dan Yayasan Petrokimia Gresik Group.
“Bantuan ini sebagai langkah cepat tanggap untuk pemulihan awal, selanjutnya kami akan terus berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk men-support kebutuhan masyarakat yang terdampak,” paparnya.
Sementara itu, relawan yang diberangkatkan pada gelombang II ini terdiri dari tiga dokter, tiga perawat dan dua apoteker. Mereka semua berasal dari Rumah Sakit Petrokimia Gresik (RSPG) dan Rumah Sakit Grha Husada.
“Relawan ini akan menggantikan tugas relawan yang berangkat pada gelombang pertama. Ada sebanyak sepuluh orang relawan yang berangkat di gelombang sebelumnya. Jadi tugasnya bergantian,” pungkas Dwi Satryo.
Seperti diberitakan, gempa di Laut Jawa mengakibatkan sejumlah kerusakan di Pulau Bawean. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Gresik ribuan bangunan mengalami kerusakan. Di Kecamatan Sangkapura kerusakan terjadi pada 2.319 rumah, 86 tempat ibadah, 68 sekolah, 6 kantor, satu rumah sakit, dan delapan pondok pesantren.
Di Kecamatan Tambak terdapat 2.828 rumah rusak, kemudian 99 tempat ibadah, 57 sekolah, 12 kantor dan dua pasar juga mengalami kerusakan. Akibat kejadian ini, terdapat selain merusak bangunan juga terdapat 15.357 pengungsi di Kecamatan Sangkapura dan 18.732 pengungsi di Kecamatan Tambak. [dny/aje]






