Pasuruan (beritajatim.com) – Pasar Pasrepan yang berada di Kabupaten Pasuruan hingga kini belum mengalami perbaikan setelah kebakaran hebat yang terjadi pada Senin (9/9/2024). Insiden tersebut mengakibatkan puluhan kios pedagang hangus dan tak bisa digunakan lagi.
Plt Asisten II Pemkab Pasuruan, Bakti Jati Permana, menyampaikan bahwa pihaknya masih dalam tahap perencanaan untuk pembangunan kembali pasar tersebut.
“Sampai saat ini kami masih menunggu hasil dari Inafis Polres Pasuruan terkait penyebab kebakaran. Kemungkinan besar anggaran perbaikan Pasar Pasrepan akan masuk dalam APBD tahun 2025,” ujarnya.
Namun, Bakti juga menjelaskan bahwa belum ada kepastian apakah revitalisasi akan mencakup seluruh pasar atau hanya bagian yang terdampak kebakaran.
“Masih belum pasti, apakah revitalisasi menyeluruh atau hanya perbaikan bagian yang terbakar,” tambahnya.
Pemkab Pasuruan saat ini sedang fokus pada penyusunan anggaran untuk revitalisasi pasar tersebut. Setelah perancangan anggaran selesai, rencana ini akan diajukan dalam APBD 2025.
“Kami masih mengkaji dari mana sumber anggarannya, jadi fokus utama saat ini adalah penyediaan anggaran,” tutup Bakti.
Kebakaran yang terjadi di Pasar Pasrepan pada Senin (9/9/2024) sekitar pukul 02.00 WIB itu menyebabkan kerugian besar bagi para pedagang, dengan puluhan kios ludes dilalap api. [ada/beq]






