Gresik (beritajatim.com) – Di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok, pasar murah menjadi solusi yang sangat dinantikan warga. Seperti yang dirasakan Ana (48), ibu rumah tangga asal Kelurahan Tlogopojok, Kecamatan Gresik.
Ana mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar sembako murah. “Harga beras di pasar eceran bisa sampai Rp15.000 per kilo, di sini cuma Rp11.500 per kilo. Sangat meringankan,” ujarnya, Senin (1/9/2025).
Hal senada disampaikan Retno, warga lainnya. Menurutnya, kegiatan pasar sembako murah sebaiknya digelar secara berkelanjutan, bukan hanya bersifat seremonial.
“Kalau bisa kontinyu, karena benar-benar meringankan beban pengeluaran masyarakat,” ungkapnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, menjelaskan bahwa pasar sembako murah ini merupakan kerja sama Pemkab Gresik dengan Perum Bulog dalam rangka program pangan murah nasional.
“Desa Cerme Kidul menjadi lokasi pertama di Gresik yang menggelar pasar sembako murah ini. Antusiasme warga sejak awal menunjukkan bahwa program ini memang sangat dibutuhkan,” tutur Washil.
Ia menambahkan, dari target 116 ton beras yang disiapkan, sebanyak 77 ton sudah berhasil tersalurkan kepada masyarakat. “Kami berharap semakin banyak gerakan pangan murah di Kabupaten Gresik sehingga bisa menekan laju inflasi,” imbuhnya.
Dalam pasar murah ini, beras dijual dengan harga Rp11.500 per kilogram atau Rp57.500 per kemasan 5 kg. Harga ini jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar yang mencapai Rp12.500–Rp15.000 per kilogram. Untuk menjaga pemerataan, setiap warga hanya diperbolehkan membeli maksimal dua kemasan. [dny/but]






