Bojonegoro (beritajatim.com) – Panitia Pelaksana (Panpel) Persibo mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) untuk menyesuaikan Stadion Letjend H Soedirman dengan regulasi Liga 2.
“Kalau berkoordinasi dengan Dinpora sudah dilakukan untuk memperbaiki atau menata ulang stadion sesuai regulasi Liga 2,” ujar Ketua Panpel Persibo Bojonegoro, Lasmiran, Selasa (30/7/2024).
Pihaknya optimis, penyesuaian kandang Persibo Bojonegoro sesuai regulasi Liga 2 yang direkomendasikan oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) ini bisa dikejar sebelum kick off Liga 2 yang diperkirakan pertengahan September 2024.
“Hasil rekomendasi secara tertulis akan disampaikan ke Dinpora pekan ini. Sebagai dasar Dinpora untuk melakukan langkah perbaikan,” terangnya.
Pihaknya meminta agar ada komitmen dari pemilik stadion, dalam hal ini Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Pemkab Bojonegoro memperbaiki stadion. Sehingga, kompetensi Liga 2 musim 2024-2025 ini Persibo Bojonegoro menjadi tuan rumah.
Sementara diketahui hasil inspeksi Stadion Letjend H Soedirman Bojonegoro yang dilakukan PSSI dan PT LIB pada Sabtu (27/7/2024) ada beberapa catatan. Di antaranya lebar lapangan masih berukuran 100 meter x 60 meter.
Sehingga, bisa disesuaikan dengan standar kompetensi Liga 2 yang memiliki ukuran lapangan 110 meter x 68 meter. Selain itu, Panpel Persibo juga berupaya melakukan setting ulang sorot lampu. Pasalnya, sorot lampu stadion yang ada saat ini tidak merata.
Dihubungi jurnalis beritajatim.com, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Pemkab Bojonegoro Amir Syahid belum memberikan konfirmasi terkait komitmennya untuk melakukan penyesuaian stadion sesuai hasil rekomendasi PSSI dan PT LIB. [lus/beq]






