Jakarta (beritajatim.com) – Terjadi pelemparan bus Madura United jelang laga melawan Borneo FC dalam semifinal Championship Series Liga 1 di Stadion Batakan, Minggu (19/5/2024) petang.
Insiden tersebut terjadi sebelum Madura United berhadapan dengan Borneo FC di Batakan, Balikpapan. Dilansir laman resmi PT Liga Indonesia Baru (LIB), insiden tersebut tak memengaruhi persiapan secara keseluruhan.
Begitu pula pada saat tim Madura United kembali ke hotel, usai pertandingan. PT LIB menyebut semua berjalan lancar.
Sepanjang perjalanan dari Stadion Batakan menuju hotel tempat menginap tim Madura United, tak ada keributan, pelemparan atau insiden kecil lainnya. Semua normal.
Local Security Officer Borneo FC Ida Bagus Wiriyana, menegaskan pihaknya telah melakukan komunikasi yang efektif dengan pihak keamanan setempat. Hal itu, diyakini, telah membuat situasinya tetap kondusif.
Menurut Ida Bagus, komunikasi dan kerja sama yang efektif dengan pihak kepolisian itulah yang membuat tim Madura United tetap merasa aman dan nyaman.
“Pada saat tim Madura United kembali ke hotel, kami memang menyediakan pengawalan. Kami sediakan mobil dan motor pengawalan dari kepolisian. Tapi, sejatinya itu bukan hal yang berlebihan,” katanya.
“Tim Borneo FC pun, saat kembali ke hotel, juga mendapatkan pengawalan dari pihak kepolisian. Bersama bapak Kapolres, kami sepakat untuk memberikan pelayanan maksimal kepada tim tamu,” tegas Ida Bagus pada Minggu malam. [faw/aje]






