Malang (beritajatim.com) – Panen Tebu di Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jumat (29/9/2023) pagi, terjadi peningkatan signifikan.
Panen tersebut dilakukan melalui Program Makmur Sinergi dengan PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), PT Petrokimia Gresik dan PT PG Rajawali.
Secara keseluruhan, luas lahan dalam Program Makmur khusus tanaman tebu bekerjasama dengan Kementerian BUMN ini mencapai 112.000 hektar. Dan tersebar diseluruh pulau Jawa. Sedang luas total lahan Program Makmur untuk Kopi, Sawit, Tebu, Padi dan Jagung mencapai 250.000 hektar.
Program Makmur merupakan akronim dari “Mari Kita Majukan Usaha Rakyat”. Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, Program Makmur merupakan upaya Pupuk Indonesia menghubungkan petani dengan ekosistem pertanian. Hal ini bertujuan memberikan kemudahan bagi petani untuk mengakses pupuk hingga mendapat permodalan.
“Program Makmur ini diinisiasi Kementerian BUMN untuk bisa membantu para petani bisa menanam dan memanen tebu dimana skemanya yakni Skema Makmur. Artinya semua stake holder ini membantu petani, mulai dari penyediaan pupuk, pestisida, bibit dan lainnya,” ungkap Dwi Satriyo, Jumat (29/9/2023) dilokasi panen tebu Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang.
BACA JUGA: Jasa Tirta I Tuan Rumah Apel Kesiapsiagaan Hadapi El Nino
Dwi mengaku, skema Program Makmur juga membantu petani soal pendanaan. “Termasuk soal pendanaan kami bekerjasama dengan BTN, BNI dan juga Bank Jatim. Tentunya dengan off taker juga, disini off taker kita yakni ID Food. Sehingga petani itu fokus pada penanaman tebu saja. Sementara soal pendanaan kita bantu melalui skema Makmur, termasuk ada asuransinya juga. Jadi seluruh stake holder membantu petani untuk meningkatkan produktifitas,” ujar Dwi.
Dwi mengaku, saat ini ada peningkatan produktifitas tanaman tebu. “Dari sini ada peningkatan produktifitas tebu. Dari 1.009 kwintal, jadi 1120 kwintal tebu, ada peningkatan 9 persen, ini harapan kita semua kedepan bisa terus meningkat. Dan ini tahun ketiga, kita terus suport program swasembada gula konsumsi nasional,” paparnya.
Menurut Dwi, Pupuk Indonesia, anak perusahaan PT Petrokimia Gresik Holding Company, akan mensuport petani tebu di Indonesia. “Ingat di Jawa Timur ini adalah lumbung tebu nasional, 49 persen lebih gula di Indonesia dihasilkan dari Jatim,” tegas Dwi.
Ditempat sama, Frans Margenda Tambunan selaku Direktur Utama Holding Pangan BUMN ID Food, menjelaskan, selain program pendampingan, sinergi BUMN dengan petani tebu adalah mewujudkan berbagai macam inovadi.
“Kami melihat ada inovasi baru di setiap tahun yang kita tawarkan pada mitra kita. Salah satunya inovasi peningkatan tebu petani, bagaimana cara menaikkan tebu ke truk tadi ada mesin hidrolik tebu, menarik tebu ke daerah daerah yang kontur tanahnya sulit, lalu tadi dijelaskan bagaimana ada kombinasi pupuk ZA dan NPK untuk mengurangi atas ketergantungan pupuk ZA dan hasil panen tebu naik 9 persen,” kata Frans.
BACA JUGA: ALIT Indonesia dan Pemkab Pasuruan Sejahterakan Suku Tengger
Frans bilang, khusus bagi petani tebu, Kementerian BUMN terus mendorong terjadinya peningkatan produktifitas. “Kami lakukan berbagai inovasi, mendorong petani di on farm nya, dan produktifitas rendemen tebu di tingkat pabrik milik BUMN nya. Kedepan harapan kami lebih menarik mitra kerja lagi dan terus berinovasi untuk masuk dalam program makmur ini,” bebernya.
Sementara itu, Asisten Deputi BUMN Bidang Industri Pangan dan Pupuk, Yuliati Simbolon, menerangkan, Program Makmur sudah dilakukan sejak tiga tahun yang lalu.
“Jadi ini awalnya atas kesadaran kita bahwa ternyata kekuatan pangan itu tergantung bagaimana kita membangun satu ekosistem yang baik. Jadi dari sisi bidang kami, itu ada pupuk Indonesia, ada Bulog dan RNI. Sebenarnya kami sebagian besar sudah membuat ekosistem ini khususnya tebu. Jadi kita integrasikan ekosistem itu menjadi kuat,” tutur Yuliati.
Ia menambahkan, semua stake holder dalam Program Makmur harus sama sama senang. “Termasuk petani dari hulu sampai ke hilir, juga perbankan. Dan program makmur ini saya sampaikan tidak hanya tebu. Saat ini fokus kami juga jagung, beras, tebu dan ada juga kopi. Tapi tidak menutup kemungkinan karena ekosistem ini lumayan berhasil, kedepan bisa kita tingkatkan untuk 11 komoditi penting lainnya,” ucap Yuliati.
“Harapan kami khusus tebu, tidak hanya hulu ke hilir Saja, tapi riset dan varietas tebu lebih meningkat. Kedepan akan terus kita laksanakan dan perkuat kerjasama seluruh stake holder lagi,” pungkas Yuliati mengakhiri. (yog/nap)






