Ringkasan Berita
- Lonjakan PAD Pariwisata: Momen libur panjang sepanjang Maret dan Mei 2026 membawa angin segar bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kediri melalui sektor retribusi tiket wisata.
- Gunung Kelud Jadi Primadona: Destinasi wisata Gunung Kelud menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan mencatatkan pemasukan hingga Rp17 juta hanya dalam waktu satu hari.
- Tren Positif di Bulan Mei: Tren kunjungan terus meroket hingga libur Kenaikan Isa Almasih (14/5/2026), di mana destinasi seperti Ubalan mencatat hingga 800 pengunjung dibanding hari biasa yang hanya 200 orang.
- Penutupan Sementara Museum: Museum Sri Aji Joyoboyo ditutup sementara pada 3 – 18 Mei 2026 untuk pemeliharaan koleksi dan persiapan pembangunan fasilitas amfiteater baru.
Kediri (beritajatim.com) – Momen libur panjang di tahun 2026 terbukti menjadi berkah musiman yang manis bagi sektor pariwisata Kabupaten Kediri. Arus kunjungan wisatawan yang mengalir deras ke berbagai destinasi unggulan berdampak langsung pada meroketnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor retribusi tiket masuk. Geliat positif ini menjadi indikator kuat bahwa pariwisata lokal kian menjadi pilihan utama masyarakat untuk menghabiskan waktu berlibur.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi mengungkapkan bahwa kurva kenaikan grafik pendapatan tiket sudah mulai terbaca sejak periode libur Maret 2026, yang kemudian berlanjut pada libur panjang Idulfitri.
“Selama libur lebaran kemarin terjadi peningkatan signifikan ya, terutama di wisata unggulan seperti Gunung Kelud,” jelas Mustika.
Kenaikan volume pelancong ini mulai merayap naik sejak pertengahan Maret dan mencapai grafik tertinggi pada gelombang libur tanggal 23 hingga 24 Maret 2026.
Gunung Kelud Masih Merajai Pemasukan
Berdasarkan data kantong retribusi, pada Minggu (22/3/2026), total nominal harian dari seluruh objek wisata berada di angka Rp24.601.000. Angka tersebut langsung melonjak tajam hampir dua kali lipat pada Senin (23/3/2026) dengan membukukan total pemasukan mencapai Rp42.777.000.
Wisata alam Gunung Kelud kembali membuktikan taringnya sebagai magnet utama pariwisata Kediri dengan menyumbang pendapatan masif sebesar Rp17 juta dalam sehari. Sementara itu, destinasi wisata lainnya juga mencatatkan performa impresif pada hari yang sama:
Kawasan Wisata Besuki: Rp8,9 juta
Kawasan Simpang Lima Gumul (SLG): Rp8,9 juta
Kawasan Wisata Ubalan: Rp7,3 juta
Tren perolehan positif ini terus menggelinding hingga hari berikutnya. Di kawasan wisata Ubalan misalnya, konsistensi kunjungan pelancong sukses mendorong angka pendapatan menyentuh Rp7.673.000 pada Selasa (24/3/2026).
Geliat pariwisata ini kembali berulang saat memasuki akhir pekan panjang (long weekend) di bulan Mei. Tepat pada hari libur Kenaikan Isa Almasih, Kamis (14/5/2026), antusiasme warga tidak kendur.
Jumlah pelancong yang memadati destinasi wisata tercatat menembus 800 orang dalam sehari, melonjak berkali-kali lipat dari rerata hari biasa yang umumnya hanya berkisar di angka 200 pengunjung.
“Tren kunjungan wisata selama libur menunjukkan peningkatan yang cukup baik. Ini menjadi indikator positif bagi sektor pariwisata Kabupaten Kediri,” papar Mustika.
Optimalisasi Fasilitas Museum Sri Aji Joyoboyo
Di tengah masifnya kunjungan ke destinasi alam, Pemerintah Kabupaten Kediri mengambil langkah strategis terkait wisata sejarah. Museum Sri Aji Joyoboyo diputuskan untuk ditutup sementara waktu terhitung sejak tanggal 3 Mei hingga 18 Mei 2026.
Penutupan periodik ini sengaja dilakukan demi fokus pada pemeliharaan koleksi purbakala serta optimalisasi tata ruang arkeologika demi mendongkrak kenyamanan jangka panjang bagi para pengunjung.
Lebih dari sekadar perawatan rutin, lini wisata sejarah ini tengah dipersiapkan untuk naik kelas dengan penambahan fasilitas hiburan edukatif yang modern. “Di museum, ini tahap perkembangan juga. Nanti kita punya amfiteater, kita juga pementasan di sana. Saya kira itu sangat menarik juga untuk dikembangkan,” imbuh Mustika.
Sesuai jadwal, Museum Sri Aji Joyoboyo akan kembali membuka gerbang operasionalnya untuk publik pada Selasa, 19 Mei 2026, mulai pukul 08.00 WIB.
Melihat tingginya grafik kunjungan dan antusiasme masyarakat sepanjang musim libur ini, Pemerintah Kabupaten Kediri optimistis bahwa roda ekonomi kreatif di sekitar destinasi wisata akan ikut berputar lebih cepat, sekaligus memberikan efek domino yang menyejahterakan masyarakat lokal. [nm/kun]






