Surabaya (beritajatim.com) – Cuaca cerah diperkirakan akan mendominasi Kota Kediri sepanjang Rabu, 1 Juli 2026. Kondisi ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan, karena Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi langit akan tetap cerah hingga malam.
Meski begitu, menjelang tengah malam cuaca diperkirakan berubah menjadi udara kabur yang dapat mengurangi jarak pandang, sehingga masyarakat tetap disarankan untuk berhati-hati saat berkendara.
Prakirawan BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim, S.Tr., mengatakan bahwa secara umum kondisi cuaca di Kota Kediri pada hari ini cukup stabil.
“Wilayah Kota Kediri diprakirakan mengalami cuaca cerah mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB,” ujar Oky dalam informasi prakiraan cuaca BMKG.
Kondisi cerah tersebut diperkirakan mendukung berbagai aktivitas masyarakat, baik bekerja, bersekolah, maupun kegiatan lain di luar ruangan. Namun, masyarakat tetap diminta untuk memperhatikan perubahan cuaca pada penghujung malam.
“Pada pukul 23.00 WIB, kondisi cuaca diprakirakan berubah menjadi udara kabur,” lanjutnya.
Udara kabur merupakan kondisi atmosfer dengan jarak pandang yang berkurang akibat adanya partikel-partikel kecil seperti debu, asap, uap air, maupun polusi yang melayang di udara. Meski tidak termasuk hujan ataupun kabut tebal, kondisi ini tetap dapat mengurangi visibilitas, terutama bagi pengendara yang melintas pada malam hari.
Selain itu, BMKG memperkirakan suhu udara di Kota Kediri berada pada kisaran 22 hingga 29 derajat Celcius. Sementara itu, angin bertiup dari arah Tenggara dengan kecepatan mencapai 21,8 kilometer per jam, sedangkan kelembapan udara diperkirakan berkisar antara 54 hingga 83 persen.
“Masyarakat diimbau untuk tetap memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG sebagai langkah antisipasi apabila terjadi perubahan kondisi cuaca,” tutup Oky.
Dengan dominasi cuaca cerah sepanjang hari, warga Kota Kediri dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk beraktivitas dengan lebih nyaman. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama saat malam hari ketika udara kabur mulai diprediksi muncul dan berpotensi mengurangi jarak pandang di sejumlah wilayah.(mnd/ted).






