Jember (beritajatim.com) – Fraksi Pandekar DPRD Jember, Jawa Timur, memuji pertumbuhan ekonomi kota itu yang menyentuh angka 4,6 persen, tertinggi di wilayah Sekarkijang (Seluruh Karesidenan Besuki dan Lumajang) dan melampaui pertumbuhan ekonomi Jatim yang berada pada angka 4,5 persen.
“Ini menunjukkan bahwa upaya pemulihan ekonomi Kabupaten Jember berhasil menunjukkan tren yang positif pasca terjadinya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Covid 19 dengan kebijakan menggerakkan ekonomi masyarakat di sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah),” kata Try Sandi Apriana, anggota Fraksi pandekar, ditulis Minggu (25/6/2023).
Kebijakan Pemkab Jember untuk menggelar berbagai kegiatan tingkat kabupaten, kecamatan, maupun desa yang melibatkan UMKM membawa kontribusi yang signifikan bagi ketahanan makro ekonomi daerah tersebut.
Namun Pemkab Jember masih memiliki pekerjaan rumah pada sektor pendapatan. Pos pendapatan daerah yang meliputi pendapatan asli daerah, pendapatan transfer serta lain-lain pendapatan yang sah pada tahun 2022 belum mencapai target yang direncanakan dengan capaian 96,44 persen. “Pada item-item pendapatan yang belum mencapai target realisasi harus dilakukan evaluasi, perbaikan dan penekanan serta monitoring agar realisasi pendapatan dapat tercapai tahun ini,” kata Sandi.
Sementara itu, lanjut Sandi, pos belanja Daerah yang meliputi belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terdugam dan belanja transfer terealisasi baik. “Harapan kami untuk belanja modal agar lebih dioptimalkan penyerapannya tahun ini,” katanya.
Pandekar memuji rendahnya sisa lebih pembiayaan anggaran sebesar Rp 121,3 miliar. “Rendahnya nilai silpa yang dihasilkan menunjukkan bahwa serapan APBD Tahun Anggaran 2022 sangat baik dan optimal, sehingga terjadi efisiensi anggaran yang tinggi,” kata Sandi.
Pandekar menyarankan agar dilakukan penataan dan pengelolaan aset milik daerah, baik yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Jember maupun pemerintah desa sesuai aturan yang berlaku. “Dengan demikian dapat diminimalisir terjadinya penyimpangan dalam pemanfaatannya,” kata Sandi. [wir]






