Bandung (beritajatim.com) – PT Geo Dipa Energi (Persero) menekankan bahwa energi panas bumi adalah sumber energi yang dapat diandalkan untuk mendukung ketahanan energi di Indonesia. Sebagai negara yang berada di kawasan cincin api, Indonesia memiliki 40 persen cadangan panas bumi dunia. Berdasarkan data Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), potensi energi panas bumi di Indonesia diperkirakan mencapai 23,7 GW.
Supriadinata Marza, Direktur Operasi dan HSSE GeoDipa, menyatakan bahwa pengembangan energi panas bumi sebagai sumber energi terbarukan sangat penting dalam menjaga ketahanan dan keamanan energi nasional. Energi panas bumi juga dapat berfungsi sebagai base load karena dapat beroperasi selama 24 jam tanpa dipengaruhi oleh kondisi tertentu.
“Untuk mendukung dan menjaga ketahanan energi, energi panas bumi dapat diandalkan. Ketika berbicara tentang ketahanan energi dan energi mandiri, maka geothermal-lah jawabannya. Tidak ada lagi biaya transportasi seperti batubara, tidak ada lagi ketergantungan pada harga komoditas seperti batubara dan migas,” kata Marza dalam kegiatan Media Visit di Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Patuha.
Marza, yang akrab disapa Rio, juga menjelaskan bahwa GeoDipa sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia, bertugas mengembangkan PLTP di Dieng dan Patuha serta wilayah kerja lainnya. GeoDipa juga memiliki tugas mempercepat pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia.
BACA JUGA:
GeoDipa dan Halliburton Kerjasama Pengembangan Operasional Guna Percepat Pemanfaatan Panas Bumi
“Sebagai SMV, kami diharapkan dapat mengurangi risiko pengembangan sektor hulu energi panas bumi yang selama ini menjadi tantangan bagi pengembang atau badan usaha dalam membangun PLTP melalui derisking dan debottlenecking,” ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa GeoDipa saat ini telah mengoperasikan PLTP di Dieng dan Patuha dengan kapasitas terpasang masing-masing 60 MW untuk unit 1. GeoDipa saat ini sedang mengembangkan unit 2 di Dieng dan Patuha dengan kapasitas 60 MW masing-masing. Selain itu, GeoDipa juga ditugaskan oleh pemerintah untuk mengembangkan energi panas bumi di WKP Candi Umbul Telomoyo dengan potensi 54 MW dan WKP Arjuno Welirang dengan potensi 230 MW.
Ilen Kardani, General Manager GeoDipa Unit Patuha, menjelaskan bahwa produksi listrik yang dihasilkan oleh PLTP lebih stabil karena tidak terkendala oleh intermitensi. Dia juga menyatakan bahwa energi panas bumi dapat beroperasi secara berkelanjutan dan mendukung pencapaian target Net Zero Emission.
BACA JUGA:
Potensi Terbesar Kedua di Dunia, Pemanfaatan Energi Panas Bumi Belum Optimal
Dalam hal operasional PLTP di Patuha, Ilen menyatakan bahwa GeoDipa berkomitmen terhadap Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3LL). Hal ini terlihat dari pencapaian kinerja K3LL, di mana GeoDipa Unit Patuha telah berhasil menerapkan sistem kerja operasional yang aman tanpa kecelakaan kerja selama lebih dari 6,5 juta jam sejak tahun 2014.
Pada tahun 2022, GeoDipa Unit Patuha meraih beberapa penghargaan dalam bidang K3LL, antara lain jam kerja aman selama 6.052.478 jam, PROPER Hijau, Penghargaan Subroto, Penilaian SMK3 PP50, Sertifikasi ISO 14001:2015, Penghargaan Gubernur Jawa Barat P2K3 Kategori Platinum, dan penghargaan lainnya. [hen/beq]







