Jakarta (beritajatim.com) – Usai pertimbangan yang cukup lama, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Golkar akhirnya melabuhkan dukungannya kepada Prabowo Subianto menjadi Calon Presiden (Capres) di Pemilu 2024.
Keputusan politik ini secara resmi dideklarasikan oleh kedua pimpinan partai, diterima Prabowo dan disaksikan pimpinan partai PKB yang lebih dulu bergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
Pernyataan resmi dukungan Golkar dan PAN untuk Prabowo Subianto itu disampaikan di Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Munasprok), Jakarta, pada Minggu (13/8) pagi.
Baca Juga: Wali Kota Kediri Mlaku Bareng Warga Perum Griya Intan Permai Dermo
Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, memberikan alasan mendukung Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024. Zulkifli menyatakan bahwa PAN telah menjalin hubungan yang kuat dengan Prabowo selama 10 tahun. Dia optimis bahwa perjuangan bersama Prabowo selama ini akan terwujud dengan baik.
“Kenapa PAN mengambil keputusan itu? Kami sudah 10 tahun bareng-bareng dengan Pak Prabowo. Kalau tinggal sedikit, kenapa tidak sabar? Kami meyakini perjuangan 10 tahun akan tuntas,” ujar Zulkifli.
Zulkifli menekankan bahwa partainya akan melanjutkan capaian yang telah dicapai oleh Presiden Joko Widodo selama ini, dengan kerjasama antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto.
Dia juga menegaskan bahwa masa depan Indonesia sebagai negara maju tergantung pada kepemimpinan yang tepat. “Kalau kita bisa punya pemimpin yang tepat, maka cita-cita Indonesia merdeka dan 100 tahun Indonesia merdeka, menjadi negara yang maju InsyaAllah bisa kita capai,” tegasnya.
Baca Juga: PKS Jember: Masyarakat NU Juga Bagian dari Pemilih Kami
Zulkifli berharap koalisi yang dibentuk bersama Gerindra, PKB, dan Golkar akan mampu membawa Prabowo meraih kemenangan dalam Pilpres 2024 mendatang.
Sementara itu, Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa keputusan untuk mendukung Prabowo telah menjadi hasil dari diskusi internal partai. Selain itu, faktor kedekatan hubungan antara Prabowo dan Golkar juga menjadi pertimbangan.
“Kenapa Golkar menjatuhkan pilihan ke Prabowo? Tidak lain tidak bukan karena Letnan Jenderal Prabowo lahir dari rahim Partai Golkar,” ujar Airlangga dalam pidato deklarasinya, pada hari Minggu, dalam acara Munasprok, Jakarta.
“Ia telah mengikuti berbagai kegiatan di Golkar dan sumbangsihnya bagi partai ini tidak diragukan lagi. Ini adalah keputusan yang sejalan dengan Golkar dan Prabowo,” tambah Airlangga, yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Baca Juga: Ribuan Warga Desa Widorokandang Magetan Antusias Ikuti Jalan Sehat Bareng Gus Sakti
Sebelumnya, PAN dan Golkar telah menjadi bagian dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Namun, koalisi ini mulai goyah setelah PPP memutuskan mendukung Ganjar Pranowo dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai calon presiden.
Melihat ketidakpastian koalisi, PAN dan Golkar memutuskan untuk mengobservasi perkembangan politik. Kedua partai ini menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk koalisi PDIP dan Koalisi Perubahan yang mengusung Anies Baswedan. Namun, akhirnya PAN dan Golkar memutuskan untuk memberikan dukungan politik kepada Prabowo Subianto.
Deklarasi ini membuat semakin menarik kontestasi politik pada Pemilu 2024 mendatang. Menjadi langkah penting dalam menyatukan langkah partai-partai tersebut untuk mendukung Prabowo Subianto dalam perjalanan menuju Pemilihan Presiden 2024. (ian/ian)






