Lamongan (beritajatim.com) – Seorang pemuda di Kabupaten Lamongan nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Dia meninggal di blandar gubuk yang berada di area persawahan, Desa Moro Kecamatan Sekaran, Minggu (14/8/2022).
Pemuda malang tersebut bernama Sultoni (28), warga Desa/Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan. Korban ditemukan pertama kali dengan keadaan tergantung tak bernyawa oleh Bianto (50), yang merupakan Perangkat Desa Moro.
“Saat ditemukan pertama kali, korban sudah meninggal tergantung dengan tali tampar yang diikat di blandar gubuk milik H. Salim yang ada di Desa Moro, Sekaran,” ujar Kasi Humas Polres Lamongan, Anton Krisbiantoro, Minggu (14/8/2022).
Anton menjelaskan, sebelum kejadian korban sempat pamit kepada orang tuanya, Sudarsono, untuk pergi ngopi. Kala itu, pihak keluarga sama sekali tak menaruh kecurigaan apapun saat korban pamit keluar rumah.
Beberapa waktu kemudian, pihak keluarga menerima informasi jika anaknya tersebut sudah meninggal gantung diri di area persawahan. Sontak, kabar itu pun membuat orang tua korban kaget.
“Korban gantung diri menggunakan tali warna biru sepanjang 3 meter yang diikatkan dengan belandar gubuk. Saksi yang melihat korban langsung melaporkan kejadian itu ke Kepala Desa dan diteruskan ke Polsek Sekaran,” terang Anton.
Menerima laporan itu, lanjut Anton, para petugas kepolisian bersama tenaga medis, perangkat desa dan Satpol PP segera menuju ke TKP untuk mengevakuasi jasad korban.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bunuh-diri”]
“Korban dipastikan meninggal akibat bunuh diri. Keluarga korban juga mengaku bahwa korban mempunyai riwayat ODGJ dalam kurun waktu 1 minggu terakhir. Korban juga sering berbicara sendiri dan mulai menunjukkan tanda-tanda kambuh,” katanya.
Selain itu, Anton menuturkan bahwa tidak ditemukan luka atau tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Keluarga korban dengan ikhlas menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
“Keluarga telah membuat pernyataan tidak berkenan dilakukan autopsi, juga menunjukkan surat keterangan dari RSJ. Menur di mana korban pernah dirawat di sana,” tutupnya. [riq/but]






