Lamongan (beritajatim.com) – Kakek Sri’un (64), warga Jalan Sunan Drajat, RT 004 RW 002, Kecamatan Paciran ini ditemukan meninggal pada Kamis kemarin (21/7/2022). Jenazahnya dalam posisi terjungkil di ladang miliknya di Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.
Kakek yang bermata pencaharian sebagai petani ini sempat pamit dari rumah untuk cari rumput bagi ternaknya. Setelah beberapa jam, si kakek tak juga pulang ke rumahnya.
“Kakek ini ditemukan meninggal dengan posisi terjungkir. Kakinya menyangkut di antara cabang pohon. Sementara kepalanya menghujam ke tanah membentur batu. Peristiwa ini diketahui sekitar pukul 17.40 WIB,” ujar Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro, Jumat (22/7/2022).
Anton menambahkan, korban ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa. Sayangnya, tidak satu pun ada saksi yang mengetahui bagaimana mulanya korban bisa mati dalam posisi terjungkir.
Meski begitu, Anton menjelaskan, anak korban M. Fadlullah (30) memberikan pengakuan bahwa sebelum ditemukan meninggal, korban pamit untuk mencari pakan ternak di ladang miliknya, pada sekitar pukul 14.00 WIB.
“Tak seperti biasanya, hingga petang menjelang adzan Maghrib, korban tidak kunjung pulang ke rumahnya,” beber Anton.
Mengetahui hal tersebut, lanjut Anton, anak korban segera menyusul korban untuk mencarinya ke ladang miliknya, sekira pukul 17.00 WIB.
[berita-terkait number=”3″ tag=”penemuan-mayat”]
Setibanya ke ladang, betapa terkejutnya korban, saat melihat korban tergantung di pohon dengan posisi kaki di atas pohon dan kepala di bawah membentur batu.
Diduga saat kejadian, korban memanjat pohon untuk mengambil daun untuk pakan ternaknya, yang kemudian korban terpeleset dan kedua kakinya menyangkut di antara dua cabang pohon.
Korban terbalik dan kepalanya menggantung di permukaan tanah. Sedangkan di permukaan tanah itu ada bebatuan dan kepala korban membentur batu tersebut.
“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas penganiayaan. Korban langsung dievakuasi. Pihak keluarga juga menerima takdir kematian korban. Anak korban juga menyertakan surat pernyataan bermaterai tidak bersedia untuk diotopsi,” pungkasnya. [riq/beq]






