Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 22 perempuan yang berasal dari berbagai bidang profesi berkumpul di Galeri Prabangkara UPT Taman Budaya Jawa Timur di Jalan Genteng Kali, Surabaya pada Selasa (1/8/2023) sore.
Tidak untuk ngerumpi. Mereka berkumpul di sana justru untuk memamerkan karya-karya lukisan hasil eksplorasinya. Jika diperhatikan, lukisannya pun cukup menakjubkan. Apalagi tak semua dari mereka punya background perupa. Ada juga yang seorang guru.
Sejumlah perempuan berasal dari sejumlah Kota dan kabupaten di Jawa Timur yaitu, Surabaya, Sidoarjo, Kota Batu, Probolinggo, Tuban, Kediri dan Malang.
Para perempuan itu tergabung dalam PERWAJATI, alias Perupa Wanita Jawa Timur. Ya, kemarin mereka sedang menggelar pameran lukisan. Pameran itu akan berlangsung sampai 8 Agustus 2023 mendatang.
Pameran ini disebut-sebut membawa angin segar. Kurator Pameran, Agus Koecink melihat adanya perkembangan seni rupa di Bumi Majapahit ini. Katanya, dulu dominasi perupa lebih banyak ada pada laki-laki. Padahal, perupa wanita juga punya peran.

Dia bercerita jika di tahun 2000-an ada komunitas perupa perempuan ‘Bra’ yang mencoba memunculkan feminisme. Ada juga Ikatan Wanita Pelukis Indonesia (IWPI), lalu Perempuan Pengkaji Seni, dan lain sebagainya.
Nah, di Jawa Timur, perhelatan seni rupa dikatakan Agus Koecink mulai mengalami perubahan. Itu bisa dilihat dari setiap pameran yang ada. Di situ, dominasi tidak hanya dari kaum laki-laki saja, tetapi perempuan juga mulai melebur dalam kegiatan tersebut.
Baca Juga: Lukisan13 Seniman Muda Jatim Mejeng di Artspace Artotel TS Surabaya
Dengan kata lain, bahwa sekarang ini perkembangan seni rupa yang berhubungan dengan perempuan bisa semakin dilihat. Artinya, mereka sudah ada kemauan untuk menunjukkan eksistensi dirinya di bidang seni rupa.
“Menariknya, mereka semua berasal dari latar belakang yang berbeda, ada yang guru, ada yang memang perupa,” ungkap Agus Koecink.
Hal ini menjadi bukti tetap adanya survival dari para pelukis perempuan bahwa mereka mau menunjukkan aktualisasi dirinya lewat karya seni lukis.

Ada harapan khusus yang tersemat dari Ali Ma’ruf, Kepala UPT Taman Budaya Jawa Timur untuk pameran lukisan ini. Tema ‘Colour Streaks’ yang diangkat, diharapkan bisa mewarnai perkembangan seni rupa di Jawa Timur.
“Semoga juga dapat menginspirasi generasi muda yang menyukai seni lukis atau seni rupa,” tuturnya.
Taman Budaya sebagai UPT Disbudpar Jawa Timur sendiri diharapkan mampu menjadi Art Centre Jawa Timur, terutama sebagai fasilitator aktifitas berkesenian, baik untuk berolah seni pameran maupun pertunjukan. [ipl/ted]






