Ngawi (beritajatim.com) – Warga Desa Karanggeneng Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi, Jawa Timur masih geger karena adanya dugaan penganiayaan terhadap seorang ibu muda berinisial H (23). Ditambah, terduga pelaku adalah W (58) yang tak lain adalah Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat.
Keduanya merupakan tetangga, rumah keduanya bahkan berhadapan. H tinggal berdua dengan anaknya yang masih balita. Sementara, W tinggal dengan anak istrinya. Suami H merantau ke Jakarta dan bekerja di bidang farmasi. Sementara, W dan istrinya S bekerja sebagai petani.
Warga setempat mengaku tak tahu menahu terkait apa masalah yang membuat keduanya sampai cekcok hingga W diduga membacok H. Setahu mereka kehidupan mereka tak ada permasalahan.
Warga baru terkejut ketika H ditemukan tergeletak di halaman rumahnya dan sudah bersimbah darah. Ada luka di kepala dan lengannya. Tak lama kemudian, W ditemukan oleh sang istri. Dia tergeletak di belakang rumah, tangannya sudah nyaris putus dan ada juga luka di kepalanya.
BACA JUGA:
Pak RT Bacok Ibu Muda di Ngawi, Diduga Masalah Asmara
Tak jauh dari tempat W tergeletak, ada sabit di dekat pohon kelengkeng. Bahkan, diduga di salah satu cabang pohon kelengkeng itu, W mencoba memutus lengannya atau mencoba mengakhiri hidup.
Khudori Irwanudin, modin desa setempat mengaku tak tahu banyak terkait persoalan pribadi antara H dan W tersebut. Yang dia tahu, warga sempat geger karena keduanya ditemukan sama-sama dengan luka bacok akibat senjata tajam berupa sabit.
“Kami tidak tahu pasti apa penyebabnya. Namun yang jelas keduanya ini memang bertetangga. Rumahnya pun berhadapan,” kata Khudori saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (17/5/2023).
Dia menerangkan jika kedua waega yang saling bertetangga itu tidak pernah terlihat cekcok sebelumnya. Sehingga, tak akan ada yang mengira jika sampai seperti ini kejadiannya. “Kurang tahu terkait ada hubungan asmara atau yang lain ya. Kami menyerahkan pada polisi untuk menguak faktanya,” katanya.
BACA JUGA:
Diduga Usai Bacok Ibu Muda, Pak RT di Ngawi Hendak Akhiri Hidup
Sebelumnya diberitakan, Kapolsek Pitu AKP Karno mengungkapkan dugaan penyebab penganiayaan yang dilakukan Pak RT berinisial W (58) pada ibu muda berinisial H (23) di Ngawi, Jawa Timur, Rabu (17/5/2023). Ada dugaan jika W sempat menjalin hubungan dengan H. Hubungan itu sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Suami H tengah merantau di Jakarta. Sementara W, masih tinggal bersama istrinya.
Dia menduga jika H yang ingin mengakhiri hubungan tersebut justru dianiayai oleh W. Namun, sayangnya keduanya belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut karena kondisinya masih belum memungkinkan. “Dugaan kami begitu ya. Namun, tentu kebenarannya akan terungkap setelah proses penyelidikan. Kami belum bisa pastikan sebabnya karena apa ya. Karena perlu menanyai baik korban dan terduga pelaku,” katanya.
Diketahui, W (58) warga Desa Karanggeneng Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi diduga membacok seorang ibu muda berinisial H (23) yang masih tetangganya sendiri pada Rabu (17/05/2023) pukul 10.00 WIB. Tak hanya itu, W pun ditemukan bersimbah darah di rumahnya. Lengan kirinya nyaris putus bahkan kepalanya terdapat luka bacok. Dia pun sampai harus menjalani oerawatan di RSUD dr Soeroto.
BACA JUGA:
Sumbang Gol Kemenangan, Rumah Irfan Jauhari di Ngawi Dibanjiri Warga
S kakak perempuan H, mengatakan jika dia tahu adiknya dibacok saat anak H mendatangi rumahnya. Bocah empat tahun itu mengatakan padanya jika ada orang jahat. Gadis itu terlihat takut dan membuat S langsung mendatangi H.
Saat dihampiri di rumah, dia melihat S sudah bersimbah darah. Dia pun melihat jika ada luka di kepala H. Kemudian, dia pun meminta tolong warga untuk memberikan pertolongan pada H. H kemudian dibawa ke Puskesmas Pitu untuk mendapatkan perawatan medis.
“Saya tahunya kan dia ini pas sudah tergeletak. Anaknya datang ke rumah, katanya ada orang jahat. Saya terus datang ke rumahnya. Dia sudah tergeletak di halaman rumah,” kata Suryati saat berada di Puskesmas Pitu.
Dia pun bertanya pads H yang saat itu masih sadar. H mengatakan jika yang melukainya adalah W. Selebihnya, S tak tahu jika W juga mengalami luka. Yang jelas, dia memang mendengar teriakan tetangganya saat melihat W yang juga terluka. “Tapi saya tidak tahu kenapa ya. Lukanya di mana saya gak tahu. Yang jelas saya hanya menolong adik saya ini dulu,” kata Suryati.
BACA JUGA:
Tukang Becak Ngawi Ditangkap, Setubuhi Anak Tiri Sejak 5 Tahun Lalu
Sementara itu, Kapolsek Pitu AKP Karno mengatakan, hasil pemeriksaan awal dugaan pelaku mengarah ke W. Namun, untuk pelaku yang melukai W masih belum diketahui. Polisi menduga jika W melukai dirinya sendiri.
“Dari hasil keterangan sejumlah tetangga dan kerabat, diduga pelaku adalah W. Kemudian, kami menduga W ini hendak mengakhiri hidupnya. Ada luka di bagian lengan kiri. Tangannya nyaris putus. Kemudian, ada juga luka bacok di kepala,” katanya.
Karno menjelaskan jika saat ini pihaknya sudah memgamankan barang bukti berupa celurit, ponsel W dan H, serta bantal dengan ceceran darah. Pun, pihaknya bersama Satreskrim Polres Ngawi masih menyelidiki terkait kejadian dugaan penganiayaan tersebut. [fiq/suf]






