Surabaya (beritajatim.com) – Ketika awal masa pandemi tahun lalu, saham menjadi salah satu jenis investasi yang ramai diikuti masyarakat. Bahkan iklan penyedia layanan trading saham pun dengan mudah kita temui di televisi dan berbagai media sosial. Sayangnya, banyak pula kasus orang meminjam uang ke bank atau teman untuk memulai bermain saham. Tanpa pengalam dan prehitungan yang tepat, alih-alih mendapat untung dari investasi saham, uang kita bisa saja malah hilang begitu saja.
Sebelum anda berinvestasi disaham, sangat penting untuk anda memahami mengenai apa itu ROE. Return on equity (ROE) adalah bentuk persen yang berisi tentang jumlah imbal hasil dari laba bersih terhadap ekuitas. Ia merupakan metode pembagian keuntungan antara pemegang saham dan perusahaan.
Caranya dengan menghitung efektivitas manajemen dalam memanfaatkan modal. Jadi, dengan modal pemegang saham ini bisa dibilang melihat program ekspansi dan operasional perusahaan bisa diubah jadi keuntungan.
semakin bagus fundamental perusahaan, makasemakin tinggi rasio ROE.
Untuk mengambil angka ROE ini, kita juga memperhatikan book value emiten tersebut harus positif. kita bisa terhindar dari emiten yang merugi dan terlihat positif secara ROE. Menurut Van Horne dan Wachowicz membandingkan laba bersih setelah pajak dengan ekuitas yang telah diinvestasikan pemegang saham perusahaan dengan dihitung dengan rumus ROE dinyatakan dalam persentase.
Rasio ini berdasarkan nilai buku para pemegang saham dan menunjukkan laba atas investasi dalam bentuk daya, dan sering digunakan untuk pertimbangan para investor untuk mebandingkan dua atau lebih perusahaan dinilai dari manajemen biaya yang efektif dan peluang investasi yang baik. Ada beberapa cara yang digunakan untuk memakai rasio Return on Equity (ROE)
1. Kita bandingkan informasi ROE bebrapa perusahaan pada 5-10 tahun terakhir. Hal ini akan memebrikan informasi kepada kita mengenai pertumbuhan perusahaan yang akan kita beli sahamnya dan pasti valid. meski kenaikan atau penurunan ROE dalam perusahaan dalam kurun waktu 5-10 tahun tidak menjamin kedepanya. Tetapi paling tidak kita mendapatkan informasi grafik pendapatan perusahaan tersebut dari tahun-per tahun sebagai bahan pertimbangan kita.
2. Membandingkan ROE berbagai perusahaan dengan industry yang sama. karena angka persentase ROE rendah mungkin industry yang di pegang memeiliki margin laba yang rendah.
3. Properti dengan memiliki ROE yang tinggi pasti memiliki tingkat pertumbuhan tinggi karena mereka mampu mendapatkan dana tambahan tanpa bantuan investor external. (ptr/tur)






