Malang (beritajatim.com) – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) sukses membuat inovasi memanfaatkan limbah hasil pertanian. Inovasi tersebut diwujudkan dalam bentuk sampo yang diberi nama Orsentry.
Orsentry merupakan sampo yang menggunakan bahan dasar merang atau batang pohon padi. Produk tersebut dibuat oleh lima mahasiswa yaitu Dina Febriyanti, Devi Mariya Sulfa, Syalwa Dida Wuryanti, Muhamad Riyan Bagus Widiyanto, dan Muhammad Zidan Ramadhan yang tergabung dalam salah satu tim Program Kreativitas Mahasiswa.
Salah satu anggota tim, Devi Mariya menjelaskan, soal ketersediaan merang padi yang melimpah dan menjadi limbah pertanian. Padahal, merang memiliki manfaat jika dimanfaatkan.
Merang padi memiliki kandungan senyawa seperti flavonoid, polifenol, protein, vitamin B1, dan zat besi. Kandungan itu yang dimanfaatkan dalam shampo padat Orsentry.
Terciptanya produk tersebut bermula dari kesadaran akan terjadinya peningkatan pencemaran limbah air berupa busa sampo akibat senyawa aktif dan peningkatan sampah botol plastik. Devi menceritakan ide ini muncul ketika mengamati lingkungan kos dengan daerah padat bangunan dan padat penduduk.
“Tingginya produksi sampah plastik yang berasal dari kamar mandi berupa plastik produk kebersihan serta busa yang menumpuk pada selokan dan sungai. Membuat kami terpacu untuk menghasilkan suatu produk sampo yang inovatif dan ramah lingkungan yaitu Orsentry,” terang Devi saat dihubungi melalui WhatsApp pada Jumat (7/10/2022).
Kesadaran masyarakat soal kesehatan rambut dan peningkatan jumlah penduduk, kata Devi, sangat berkorelasi dengan penumpukan sampah yang semakin meningkat. Hal itu mengakibatkan limbah plastik terutama dihasilkan dari kemasan sampo.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Malang”]
Keunggulan shampo padat merang ini dapat mengurangi rambut rontok, menghitamkan rambut, serta dapat digunakan hingga 85 kali pemakaian. Selain itu, kemasan yang digunakan juga biodegradable dan tidak menimbulkan limbah bagi lingkungan.
“Produk kami sudah dikenalkan ke masyarakat melalui kegiatan pameran, konsinyasi dengan beberapa toko yang ada di Malang,” terang Devi soal pengenalan produk pada masyarakat umum.
Tim Orsentry telah mengenalkan produknya melalui kegiatan pameran, konsinyasi dengan beberapa toko yang ada di Malang, bekerja sama dengan HIPMI UM, dan juga sudah menjual produk Orsentry di E comerrs seperti Shopee dan Tokopedia.
“Kami juga sudah melakukan kerja sama dengan HIPMI UM, lalu kami juga menjual produk kami di e commerce seperti Shopee dan tokopedia”, imbuhnya. Dia berharap produk ramah lingkungan tersebut, dapat terus berkembang dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat demi lingkungan berkelanjutan. [dan/beq]






