Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 75 atlet Woodball dari seluruh Indonesia mengikuti seleksi nasional Woodball 2024 sebagai bagian dari persiapan menuju SEA Games 9 Desember 2025 mendatang. Seleksi berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu (26–27 April 2025), di Lapangan A Yani Golf, Surabaya.
Ketua Umum Indonesia Woodball Association (IWbA), Aang Sunadji, menyampaikan bahwa seleksi ini dilakukan untuk menyempurnakan formasi tim nasional Woodball setelah masa pemantauan yang sudah dimulai sejak Desember 2024 lalu. Ia menyebutkan, hasil seleksi sejauh ini bahkan melebihi ekspektasi awal IWbA.
“Seleksi ini menghasilkan 120 persen, dimana dengan adanya seleksi ini akan dilakukan penyempurnaan menjadi 100 persen terhitung dari bulan Desember 2024 lalu masa pemantauan,” ujar Aang.
Ia menambahkan, target utama dari seleksi ini adalah mencetak atlet-atlet andalan yang mampu menyumbang medali emas terbanyak untuk Indonesia di ajang SEA Games mendatang.
“Diharapkan dalam tiga bulan ke depan sebelum SEA Games, kita sudah sesuai target yakni menjadi penyumbang medali emas terbanyak untuk Indonesia,” ungkapnya.
Seleksi ini melibatkan atlet-atlet terbaik dari berbagai Pengprov IWbA seluruh Indonesia. Beberapa di antaranya adalah peraih medali di PON sebelumnya yang langsung mendapat golden ticket ke seleksi nasional.
“Untuk atlet PON yang kemarin mendapat medali, mereka langsung mendapatkan golden tiket. Lalu untuk yang lain, kami meminta Pengprov seluruh Indonesia mengirimkan atlet terbaiknya untuk berkesempatan mengikuti seleksi di Surabaya ini selama dua hari,” jelas Aang.
Dari total 75 peserta, akan dipilih 32 atlet terbaik—masing-masing delapan atlet putra dan putri dari lima nomor pertandingan yang dipertandingkan: Fairway Competition, Stroke Competition Beregu, Double Stroke, Double Mix Fairway, dan Single Stroke.
Aang menambahkan, atlet yang lolos seleksi akan masuk dalam pelatnas dan mengikuti karantina serta training camp yang sudah dipersiapkan oleh IWbA. Dalam beberapa bulan ke depan, para atlet juga akan mengikuti berbagai kejuaraan internasional sebagai bagian dari pematangan.
“Bulan depan kita sudah ada Taiwan Open, lalu ada Asian Championship di Megamendung, lalu Indonesia Open, Malaysia Open, dan Singapore Open. Mumpung waktunya dekat, kita sudah atur jadwalnya,” tutup Aang.
Ketua Perwosi Jatim, Arumi Bachsin, yang turut membuka seleksi nasional Woodball di Surabaya, menyampaikan dukungannya terhadap perkembangan olahraga ini. Ia menyebut Woodball sebagai alternatif menarik yang sangat potensial untuk berkembang di Indonesia.
“Olahraga ini sebagai alternatif untuk mencoba olahraga yang beda dan tidak sesuai dengan passion-nya, Woodball alternatifnya dan saya sangat mendukung ini, apalagi cabor ini berangkat dari wilayah Asia dan cocok untuk orang Asia,” ujarnya. [way/beq]






