Blitar (beritajatim.com) – Organisasi persiapan pemekaran wilayah Blitar Selatan telah disetujui Ditjen Administrasi Hukum Kemenkum HAM (Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia). Organisasi itu resmi menyandang nama Gema Sapto Argo Lodoyo.
Salah satu penggagas organisasi tersebut, Triyanto, mengungkapkan dengan disetujuinya nama Gema Sapto Argo Lodoyo maka organisasi ini telah legal secara hukum. Hal ini menjadi semangat sejumlah tokoh penggagas untuk memperjuangkan terbentuknya Pemerintahan Blitar Selatan.
“Artinya organisasi sebagai wadah gagasan untuk tahapan pemekaran sudah legal secara hukum. Bahkan Ditjen Administrasi Hukum Umum Kemenkumham sudah menyetujui nama perkumpulan Gema Sapto Argo Lodoyo. Insyaallah kawan-kawan pergerakan Blitar Raya dan para tokoh Blitar Selatan akan lebih bersemangat,” kata Triyanto, Selasa (28/3/2023).
Setelah diakuinya nama organisasi wadah persiapan otonomi daerah wilayah Blitar Selatan, para penggagas segera melakukan koordinasi dan konsolidasi terkait gagasan pemekaran wilayah.
Baca Juga:
Warga Blitar Keluhkan Pertambangan Bentonit, Rusak Jalan
Menurut Triyanto hingga saat ini dukungan untuk pemekaran wilayah Blitar Selatan masih terus berdatangan. Seluruh anggota presiden yang bertugas mempersiapkan berbagai hal tentang pemekaran wilayah Blitar selatan hingga kini juga masih bekerja dengan maksimal.
Kegiatan koordinasi dan konsolidasi terkait pemekaran wilayah Blitar Selatan dengan seluruh anggota presiden ini dijadwalkan akan dilakukan pada akhir bulan ini.
“Kami akan segera melakukan koordinasi dan konsolidasi terkait gagasan pemekaran kawasan wilayah Blitar Selatan dengan seluruh anggota presiden maksimal akhir bulan ini,” tegasnya.
Ditanya soal pengubahan nama organisasi yang sebelumnya adalah badan persiapan otonomi Lodoyo berubah menjadi Gema Sapto Argo Lodoyo, Triyanto menjelaskan ada berbagai pertimbangan dan saran serta masukan dari berbagai pihak atas pergantian nama organisasi tersebut.
Baca Juga:
Korupsi di BPR Blitar, Kejari Tetapkan 1 Tersangka
Menurutnya nama organisasi Gema Sapto Argo Lodoyo memiliki makna yang lebih baik daripada badan persiapan otonomi Lodoyo. Gema Sapto Argo Lodoyo sendiri memiliki arti aspirasi yang begitu kuat dari 7 kecamatan yang terletak di atas pegunungan di kawasan Lodoyo.
“Awalnya memang kami mendorong membentuk badan persiapan otonomi Lodoyo kemarin Terus akhirnya dapat berbagai pertimbangan dan saran dari berbagai kalangan hingga akhirnya kami ganti namanya menjadi Gema Sapto Argo Lodoyo,” imbuhnya.
Selain mengurus legalitas organisasi yang menjadi wadah persiapan pemekaran wilayah Blitar Selatan, saat ini sejumlah tokoh penggagas juga telah berkoordinasi dengan berbagai akademisi. Hasil kajian sementara dengan para akademisi menyebutkan bahwa potensi yang dimiliki wilayah Blitar Selatan cukup besar sehingga berpotensi terwujudnya wilayah pemerintahan baru.
Meski begitu saat ini para tokoh penggagas dan akademisi masih mengkaji terkait regulasi yang mengatur tentang pemekaran wilayah baru.
“Potensi menuju pemekaran memang besar mengingat regulasi memang mengatur Tapi saat ini masih kami koordinasikan terus,” pungkasnya. [owi/beq]






