Kediri (beritajatim.com) – Puluhan warga Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri mendatangi kantor Balai Desa setempat. Kedatangan mereka untuk meminta klarifikasi pada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tentang adanya orang yang telah meninggal dunia tetapi masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).
“Kami baru mengetahui adanya kejangalan data orang meninggal pada Kamis Jumat 1-2 Desember 2022. Berdasarkan surat panggilan Pilkades pada Rabu 7 Desember 2022,” ujar Perwakilan warga Wonorejo, Supriyadi, pada Senin (5/11/2022).
Menurutnya, selain warga yang telah meninggal dunia di DPT, ditemukan juga warga usia yang masih 10 tahun, kemudian warga yang telah pindah 2 tahun dari desa.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Kediri”]Dimana hasil yang ia ketahui berdasarkan dari salah satu wilayah rukun tentanga (RT) Desa Wonorejo Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, dan tidak menutup kemungkinan besar terjadi di wilayah RT lain.
“Secara rinci warga yang telah meninggal masuk ke dalam DPT itu banyak di masing-masing RT. Namun, salah satunya di RT 33 Desa Wonorejo ada sebanyak 13 orang masuk DPT,” terangnya.
Lanjut pria yang akrab disapa Pri itu, untuk menjaga kondusifitas dan keadilan Pilkades Wonorejo 2022, pihaknya meminta panitia pemilihan agar melakukan pemutakhiran DPT warga dan memberikan usulan mekanisme tambahan yakni Kartu Tanda Penduduk (KTP) ketika melakukan pemilihan.
“Kami memberikan masukan kepada panitia pemilihan dan tadi telah disepakati bersama. Agar warga yang mempunyai hak pilih selain membawa undangan juga harus membawa KTP, kemudian setiap kandidat menyiapkan saksi di masing-masing TPS. Sehingga akurasi data warga desa bisa valid dan memenuhi syarat untuk melakukan pencoblosan, serta tidak disalahgunakan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua KPPS Desa Wonorejo Kecamatan Wates Kabupaten Kediri Suprojo mengaku, kedatangan warga merupakan adalah wajar. Dia mengakui, masih ada orang yang telah meninggal dunia dalam DPT Pilkades dan pihaknya segera melakukan pemutakhiran data.
Sebanyak 4.000 warga telah masuk kedalam DPT Pilkades, berdasarkan data Pemilihan Bupati (Pilbup) Kediri. Dimana secara mekanisme pihaknya tidak melakukan verifikasi pemutakhiran data terlebih dahulu.
“Data kami peroleh berdasarkan Pilbup Kediri. Jadi nanti pihak kami akan melakukan pembagian dan khususnya penarikan undangan pencoblosan bagi warga yang telah wafat serta kami rekap jumlahnya,”urainya.
Menangapi adanya kekhawatiran warga tentang kemungkinan munculnya zombie atau istilah hantu yang hidup kembali untuk mempergunakan hak pilih dalam Pilkades, Projo meminta supaya warga tidak khawtair.
Dia telah menekankan kepada seluruh jajarannya yang bertugas sesuai integritas dan komitmen serius mengawal pesta demokrasi tingkat desa itu.
“Kita tetap pegang terhadap aturan yang berlaku. Untuk warga yang masuk DPT diharapkan membawa undangan pencoblosan. Bila terjadi temuan mencurigakan atau indikasi penyalahgunaan, maka hubungannya dengan pihak keamanan,” pungkasnya. [nm/but]






