Magetan (beritajatim.com) – Potensi kekeringan di sejumlah kecamatan di Magetan tahun ini nyaris tiada. Nemun, kemungkinan kekeringan tetap ada.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan mencatat setidaknya untuk wilayah Parang masih berpotensi terjadi kekeringan jika curah hujan masih rendah hingga November.
Namun, belakangan curah hujan masih tinggi di hampir seluruh wilayah di Magetan. Sehingga, kekeringan diprediksi tidak ada. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Eka Wahyudi mengungkapkan potensi kekeringan tahun ini sangat minim.
“Usai kami sempat rapat bersama unsur terkait pada Agustus 2022 lalu, kemungkinan adanya kekeringan masih ada jika kemarau tanpa ada hujan sama sekali. Wilayah Parang masih berpotensi sebenarnya,” kata Eka pada beritajatim.com, Selasa (20/9/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”kekeringan-magetan”]
Terakhir ada kekeringan sehingga perlu droping air terjadi pada 2019 lalu. Ada 3 kecamatan yang dulu terdampak yakni Kecamatan Karas, Lembeyan, dan Parang. Namun, sejak saat itu sudah jarang terjadi kekeringan di Magetan. Meski begitu, semua unsur terkait siap jika sewaktu-waktu harus dropping air bersih.
“Utamanya di wilayah Parang jika sudah minim hujan. Untuk wilayah Karas dan Lembeyan sudah aman ya karena sudah banyak sumur dalam ataupun Pamsimas,” kata Eka. (fiq/ted)






