Magetan (beritajatim.com) – Polres Magetan menyiapkan tujuh pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di sejumlah titik strategis untuk mendukung pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pos tersebut terdiri dari empat Pos Pengamanan, dua Pos Pelayanan, serta satu Pos Terpadu yang akan menjadi pusat koordinasi pengamanan selama Operasi Ketupat Semeru 2026.
Empat Pos Pengamanan yang disiapkan berada di Pos Pam Alun-Alun Magetan, Pos Pam Kebun Refugia, Pos Pam Stasiun Magetan, dan Pos Pam Rest Area KM 597 B. Sementara dua Pos Pelayanan berada di kawasan wisata Sarangan dan Terminal Maospati. Adapun Pos Terpadu ditempatkan di pertigaan Omah Jowo Sarangan atas.
Penempatan pos-pos tersebut menjadi bagian dari kesiapan pengamanan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 di halaman Mapolres Magetan, Kamis (12/3/2026).
Apel yang mengusung tema Mudik Aman, Keluarga Bahagia itu dipimpin langsung Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Magetan. Kegiatan tersebut juga melibatkan pasukan gabungan dari TNI, Polri, serta berbagai instansi lintas sektoral.
Dalam apel tersebut, sejumlah satuan dilibatkan, di antaranya personel Polres Magetan, gabungan Polisi Militer dan Propam, personel Kodim 0804/Magetan, jajaran Polsek, Satlantas, Intelkam, Reskrim, Satpol PP, BPBD, Dinas Perhubungan, Senkom, Dinas Kesehatan, hingga RAPI.
Kapolres Magetan AKBP Erik Bangun Prakasa mengatakan, apel gelar pasukan merupakan bagian dari kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang telah melalui proses perencanaan serta evaluasi dari operasi tahun sebelumnya.
Menurutnya, pengamanan tidak hanya difokuskan pada arus mudik dan arus balik Lebaran, tetapi juga seluruh rangkaian kegiatan masyarakat selama Ramadan hingga pasca Idulfitri.
“Pengamanan mencakup berbagai aktivitas masyarakat mulai dari kegiatan Ramadan, malam takbiran, pelaksanaan salat Idulfitri, hingga kegiatan halal bihalal dan masa libur Lebaran,” ujarnya.
Untuk mendukung operasi tersebut, Polres Magetan mengerahkan total 309 personel gabungan yang terdiri dari 243 personel Polri, 14 personel TNI, serta 52 personel dari instansi terkait seperti Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, BPBD, dan unsur lainnya.
Kapolres menegaskan keberhasilan Operasi Ketupat Semeru 2026 sangat bergantung pada soliditas seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan.
“Keberhasilan Operasi Ketupat ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu terus tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam setiap pelaksanaan tugas, bersama kita wujudkan ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’,” kata Erik.
Ia juga mengingatkan seluruh personel agar menjalankan tugas dengan penuh dedikasi serta menjadikan setiap pelayanan kepada masyarakat sebagai bentuk pengabdian.
Selain kepada personel, Kapolres juga mengimbau masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik agar selalu mengutamakan keselamatan selama berkendara. Pemudik yang merasa lelah selama perjalanan diharapkan memanfaatkan pos pengamanan dan pelayanan yang telah disediakan untuk beristirahat.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, angin kencang, banjir, maupun tanah longsor yang berpotensi terjadi selama musim penghujan. Pemudik diimbau memantau informasi cuaca terkini, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, serta menghindari jalur rawan bencana saat terjadi cuaca ekstrem.
Apabila mengalami kendala selama perjalanan, masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri 110 atau mendatangi pos pengamanan dan pelayanan terdekat untuk mendapatkan bantuan petugas.
Dengan kesiapan personel, sarana prasarana, serta sinergi antarinstansi, pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 di wilayah Kabupaten Magetan diharapkan dapat berjalan aman, tertib, dan lancar sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan nyaman bersama keluarga. [fiq/aje]





