Lamongan (beritajatim.com) – Satgas Covid-19 Lamongan melakukan tracing dan testing kepada 24 orang. Langkah itu dilakukan menyikapi adanya remaja berusia 16 tahun di Lamongan yang terpapar Covid-19 varian Omicron.
Alhasil, testing dan tracing tersebut menyatakan bahwa ke-24 orang tersebut negatif semuanya. Meski begitu, Satgas Covid-19 hingga kini masih menelusuri kepastian apakah Omicron yang ada di Lamongan ini transmisi lokal atau luar.
“Kami sudah melaksanakan testing dan tracing yang kontak erat dengan pasien sebanyak 24 orang. Dari hasil testing dan tracing ini, Alhamdulillah ternyata hasilnya negatif semua,” ungkap Kabag Prokopim Lamongan Arif Bachtiar saat dikonfirmasi, Senin (24/1/2022).
Selain itu, Arif juga menyampaikan, bahwa kondisi remaja yang terpapar Omicron kini dikabarkan sudah stabil dan berada di ruang isolasi salah satu rumah sakit di Lamongan.
“Stabil mas, pasien (saat ini menjalani) isolasi di rumah sakit. Dan hingga saat ini, baru 1 pasien Omicron yang terdeteksi di Lamongan,” kata Arif.
[berita-terkait number=”4″ tag=”omicron”]
Lebih lanjut, Arif menambahkan, jika sebelumnya pasien yang terpapar Omicron ini belum masuk sekolah. Lalu, demi memutus mata rantai penyebaran varian Omicron ini, Arif menyebut, saat ini terus dilakukan langkah-langkah mitigasi berupa komunikasi, informasi dan edukasi di sekolah terkait.
“Untuk sekolah, sesuai kewenangan mas. Kami Satgas telah melakukan langkah mitigasi terkait penegakan protokol kesehatan,” tuturnya.
Berdasarkan data terbaru dari Satgas Covid-19 Lamongan tertanggal 23 Januari 2022, tercatat sudah ada 6 pasien yang aktif Covid-19. Jumlah tersebut bertambah 2 orang dari sebelumnya yang hanya ada 4 pasien aktif Covid-19 di Lamongan. [riq/but]






