Sleman (beritajatim.com) – PSS Sleman membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengusut dugaan pengeroyokan oknum suporter kepada media officer Madura United. Insiden ini terjadi pada pekan ke-13 Liga 1.
Pembentukan TGPF ini diumumkan dalam laman resmi skuad Super Elang Jawa pada Kamis (28/9/2023). Menurut PSS, keputusan tersebut didapat setelah konsultasi dan diskusi dengan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB).
“TGPF dibentuk untuk menindaklanjuti insiden yang terjadi kepada staf media officer dari tim Madura United FC setelah laga PSS Sleman kontra Madura United FC, Minggu (24/9/2023) sore,” tulis pernyataan resmi klub.
BACA JUGA:
PT LIB Dukung Madura United Perkarakan Oknum Suporter PSS
Menurut klub berjuluk Super Elang Jawa itu, TGPF dibuat sebagai bentuk keseriusan PSS dan PT LIB dalam mengusut tuntas insiden tersebut.
TGPF terdiri dari pihak kepolisian, perwakilan manajemen PSS, panitia pelaksana (Panpel) pertandingan, dan juga melibatkan perwakilan manajemen Madura United.
BACA JUGA:
Manajemen Madura United Layangkan Protes Resmi
“PSS sekali lagi menyesal atas terjadinya insiden tersebut. PSS juga berharap itu menjadi terakhir kalinya dan tidak akan terulang kembali di kemudian hari dalam dunia sepak bola Indonesia,” sebut PSS. [faw/beq]






