Iklan Banner Sukun
Olahraga

Pemain Terpapar Covid-19, Laga Madura United Vs Persipura Ditunda

Pamekasan (beritajatim.com) – Laga antara Madura United FC melawan Persipura Jayapura, pada laga pekan ke-22 BRI Liga 1 di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar, Bali, yang seyogyanya digelar Selasa (1/2/2022). Secara resmi ditunda.

Penundaan tersebut berdasar hasil emergency meeting yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita bersama Direktur Operasional LIB, perwakilan Madura United dan Persipura Jayapura beserta beberapa pihak terkait.

“Laga Madura United versus Persipura harus ditunda karena kondisi tidak memungkinkan, di mana ada pemain Madura United terpapar Covid-19 dan cedera. Kondisi ini hanya kurang dari 14 pemain yang siap bertanding, sesuai regulasi kami harus melakukan rapat darurat dan memutuskan laga ditunda,” kata Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno.

Hal tersebut juga mengacu pada Regulasi BRI Liga 1 Pasal 52 poin 7 bahwa kebijakan harus diambil LIB dan PSSI, jika ada kondisi yang tidak memungkinkan karena pandemi Covid-19. Dalam keadaan luar biasa, di mana pasca swab test rapid antigen hanya menyisakan kurang dari 14 pemain (termasuk satu di antaranya penjaga gawang).

Dari itu, PT LIB dan PSSI harus segera melakukan rapat darurat untuk memberikan keputusan dalam tempo cepat, dan setiap keputusan bersifat final. “Langkah yang kami tempuh selalu menyesuaikan dengan regulasi BRI Liga 1 2021/2022 yang sudah diumumkan jauh hari,” ungkapnya.

“Khusus penundaan laga Madura United versus Persipura, sudah diketahui dan dipahami bersama oleh banyak pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan. Termasuk di antaranya perangkat pertandingan, LOC, sampai dengan host broadcaster. Kami juga sudah mendiskusikannya dengan PSSI,” jelas Sudjarno.

Sementara Manajer Madura United FC, Zainal Hudha Purnama menyampaikan jika pihaknya sudah menjalani beragam tahapan yang sudah ditentukan. “Kita sudah menjalani seluruh tahapan yang sudah ditetapkan dalam protokol kesehatan yang telah diatur oleh operator kompetisi,” ungkapnya.

“Tahapan tersebut adalah tentang segala kemungkinan jika terjadi emergency. Secara prinsip, apapun kondisinya misal dengan jumlah minimum 8 pemain, Madura United siap bertanding. Tetapi respect dalam sportifitas kompetisi tentu harus diperhatikan oleh LIB dan klub,” tegasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga mengapresiasi semua pihak yang memahami terhadap kondisi yang dialami skuad berjuluk Laskar Sape Kerrab. “Kami bersyukur para pihak, baik operator dan Persipura bisa menangkap dinamika yang terjadi dan memahami kondisi ini. Dan kami sangat mengapresiasi itu,” pungkasnya. [pin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar